Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Sobran Holid

Pelaku usaha kecil yang mengharapkan Indonesia lebih ramah terhadap rakyat kecil.

Tomi dan Keluarga Korban G-30-S, Eks Tahanan Politik

HL | 01 October 2010 | 17:25 Dibaca: 422   Komentar: 15   4

http://www.rakyatmerdeka.co.id

http://www.rakyatmerdeka.co.id

Pangeran Cendana kembali membuat kejutan, dengan hadir diacara nasional yang digelar Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) di gedung Nusantara V DPR, Senayan.  Forum anak bangsa ini adalah wadah pertemuan keluarga  korban G30 S dan keluarga eks tahanan politik.

Kedatangan Tommy ini kontan membuat peserta terkaget-kaget. “Tumben Tommy datang,” bisik seorang peserta kepada kawannya di sebelah.  Tommy masuk ke dalam gedung sembari mengumbar senyum khasnya. Acara silaturahmi anak bangsa, yang dihadiri pihak keluarga pahlawan, terutama korban  G30S/PKI dan keluarga eks tahanan politik, berlangsung hangat. Seolah-olah tidak ada lagi persoalan masa lalu di antara mereka. Dari pantauan Rakyat Merdeka Online di lokasi, anak eks napol yang turut hadir berdasarkan buku tamu yaitu Ilham Aidit dan Poppy Aidit. Keduanya merupakan anak tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI), DN Aidit.  Hadir pulaHadir pula Hery Omar Dhani (putra Omar Dhani), Kartono Kartosuwiryo dan Sukmawati Soekarnoputri. Sementara dari anak pahlawan hadir Amelia Yani yang merupakn putri Jenderal Ahmad Yani, Chaterine Panjaitan putri Mayor Jenderal D.I. Panjaitan dan Letjen (pur) Agus Widjojo putra mantan Pahlawan Revolusi Mayjen Sutoyo Sutoyo Siswohardjo. http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=5288.

Sungguh membuat kita kagum atas  kebesaran hati dari masing-masing pihak untuk duduk bersama, mencoba melupakan dendam masa lalu yang melibatkan orang tua mereka.   Apalagi kehadiran Tomi soeharto, mewakili keluarga dari pihak yang menang atas pertarungan politik pada waktu itu, juga dapat berbaur dan bercengkrama, untuk merajut kembali masa depan Indonesia yang lebih baik.

Perlu kiranya pemerintah pusat dan daerah untuk menghilangkan beban sosial  kepada anak-anak yang bapaknya aktif PKI pada waktu itu.  Mereka terhimpit dikehidupan sosial dilingkunganya, di pemerintahan, dengan dilarangnya anak-anak Aktivis PKI untuk masuk PNS, militer dan laiinya. Bahkan secara ekonomi mereka juga mengalami kesulitan yang sangat berat karena stigma yang kita timpakan kepada mereka.

Barangkali kita yang diluar, perlu arip dalam menghadapi persoalan masa lalu bangsa ini, jangan sampai kita tetap memendam kebencian kepada anak-anak mereka, karena pada dasarnya kita tidak bisa membuat pilihan kita dilahirkan dari siapa.   Bagaimana rasanya jika itu kita…?.

Terlepas apapun motif tomi hadir pada acara itu, bagi saya ini sebuah momentum, bangsa ini perlu melihat kedepan, tidak baik rasanya kita selalu menyalahkan masa lalu, karena ini akan menghambat kita untuk bertindak lebih baik pada masa yang akan datang.  Kita harus jadikan pada setiap priode perjalanan sejarah ini adalah bagian dari menuju Indonesia lebih baik.

Salam damai…………….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Stanley, Keindahan Sisi Selatan Hongkong …

Moris Hk | | 29 August 2014 | 14:46

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 8 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 11 jam lalu

Jokowi Mengkhianati Rakyat Jika Tidak …

Felix | 12 jam lalu

Ganteng-Ganteng Hakim MK …

Balya Nur | 13 jam lalu

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: