Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Guntur Budiawan

M.Guntur Budiawan Lahir:Ternate(MALUT) 06, januari Hoby:Membaca,Menulis,Wisata saat ini saya aktif menulis di kolom media lokal maluku utara selengkapnya

Apa yang mereka mau terhadap Negara ini??

OPINI | 19 March 2011 | 20:32 Dibaca: 233   Komentar: 12   2

13005198801227912102

sumber photo:shands/blogspot/pemuda pancasila

“BHINEKA TUNGGAL IKA TIDAK DI MAKNAI SEBAGAI LANDASAN KEMAJEMUKAN, TETAPI DIMAKNAI SEBAGAI ALAT PEMECAHAN IDIOLOGI BANGSA”

Sudah capek hidup negri ini ,mau meninggalkan negara ini sungguh tidak mungkin di lakukan mengingat bahwa pelbagai administrasi yang harus di buat cukup berbelit dan tidak mungkin juga rela meninggalkan negara republik indonesia sebagai nafas kehidupan lahir mati (NKRI Harga mati).

Mengapa ingin pindah ?Persoalannya ,Negeri ini  sudah tak layak lagi di gunakan untuk hidup damai, pelbagai fenomena idiologi para konco-konco politikus,kapitalis,agamais, mecoba-coba untuk  memecakan negara ini dari perjuangan air mata dan darah para pahlawan negara dengan melakukan aksi-aksi atau skema penghancurannya Bangsa ini dari teorinya.

Patut disayangkan Amanat dari UUD 1945 dan Pancasila sudah tidak lagi di jadikan pedoman dalam berkewarganegaraan . Sudah hampir 10 tahun terakhir ini bangsa kita jarang sekali berbicara mengenai idiologi tersebut ,yang ada hanya berbicara mengenai konco-konco politik dan gurita penguasaan Negara .Maka tak jarang anak-anak  jaman sekarang pun lupa dengan lagu kebangsaan (Indonesia Raya) ,pancasila,dan UUD 1945 . walaupun tahu mengenai idiologi Negara , itu hanya sebagian kalangan pelajar perkotaan, namun di sebagian pelajar di desa misalnya jarang sekali yang tahu mengenai idiologi negara apalagi mengenai siapa presiden & wakil presiden atau Menteri (pembantu presiden) . Dahulu masalah ini sangat ketat sekali jika tidak tau bisa-bisa kaki bengkak di pukul bapak ibu guru .

Sebuah cerita datang dari Provinsi Maluku Utara yang dikenaal dengan daerah kepulauan . Ada sebuah desa (tdk perlu disebutkan namanya) tepatnya berada di bagian selatan pulau halmahera ; ketika saya berkesempatan mengunjungi desa tersebut mengingat bahwa desa tersebut adalah desa kelahiran para kakek buyut saya, pada suatu hari saya bertemu dengan keponakan dan anak-anak sekolah dasar (SD) saya sengaja iseng bercerita mengenai pengalaman saya ketika menuntut ilmu di jawa timur dan saya pun mulai bertanya kepada mereka ; adek ada yang tau pancasila,UUD 1945 atau lagu Indonesia raya kalau tau kakak kasih hadiah ?(Baca:oleh-oleh dari jawa ) namun sayang sekali satu di antara 8 dari mereka (Baca :anak-anak) tidak tau satu pun pancasila UUD dan Lagu Indonesia Raya apalagi menteri Negara . Ada yang tau tetapi lupa-lupa ingat katanya .

Dari temuan saya ini saya berkesimpulan bahwa para guru (pendidik) ternyata telah mendapatkan kode distorsi  dari mereka para pelaku  yang mau menghancurkan idiologi negara dengan perlahan mendoktrinisasi ingatan anak-anak (Baca;pelajar)dari hafalan mengenai idiologi Negara ini . inilah ,yang menjadi faktor mengapa anak muda jaman sekarang tidak lagi seperti dulu yang kerap menghargai kemajemukan dan menghormati sesama .

Apa yang mereka mau ? Terlepas dari hal tesebut ,kembali lagi mengenai skema-skema pengancuran terhadap Negeri ini dari konco-konco dan kroni-koni penguasa Negara ini . Lihat saja konco-konco mulai beraksi  dengan melakukan teror di mana-mana dari bom bunuh diri, bom mobil ,bom buku ,dan kemungkinan akan menyusul teror bom lainnya yang lebih besar lagi radiusnya .

Rentetan teror ini di iindaksi sebagai isu skema pengalihan pemberitaan terhadap konco-konco penguasa Negara ,isu teroris mulai mencuat ke permukaan dan isu-isu saling menyerangnya para musuh konco-konco dan kronismenya .

Sepertinya Masyarakat di indonesia ini sudah tidak tahan lagi dengan ulah mereka para konco-konco penguasa Negara, masyarakat tidak ada sangkut pautnya dengan konco-konco itu  malahan masyarakat menjadi korban dari kenakalan konco-konco penguasa Negara .

Yang perlu  di perhatikan penguasa Negara terhadap  masyakat dari dari dampak kenakalan konco-konco  adalah  kembalinya perstuan masyrakat indonesia yang menghapus penjajahan di muka negeri Indonesia .

Prediksi saya jika negara ini terus di tumpangi para penumpang gelap (aca: konco-konco penguasa Negara) yang melakukan aksi-aksi secara terbuka sadis maka yang jelas bangsa ini yang dikenal persatuanya maka negara ini akan kembali terjadinya peristiwa 1901 - 1945 dimana bangsa indonesia berhasil menumpas para penjajah dan akan terjadi Negara ini akan kembali dengan idiologi baru bukan Pancasila dan UUD1945  .

Negara ini kaya akan segalanya dan menjadi surga bagi negara lain sumber kekayan para konco-konco dan kapitalis berada di Negara ini . jika mereka mau  ya  ambil saja secara disiplin tanpa harus menghancurkan Idiologi bangsa dan Negara lalu di ambil secra pelan namun pasti (jawa:alon-alon asal kelakon) (englis: slow but sure) maka mereka akan menemukan apa yang mereka mau .

Ambil saja lah sepuasnya ingat bayar pajak Negara tanpa mengurangi rasa hormat bangsa guna memfasilitasi pembangunan Negara .

ambil lah …. ambil …. lah … jangan bikin kami saling menyerang dengan teori konco-konco . Konco-konco hanya mempraktekan teori mereka .. akan tetapi teroi merek tidak layak di Negara ini …

SEMOGA INDONESIA MENJADI INDONESIA …

Tags: guntur

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 5 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 8 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 8 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: