Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Muhammad Wislan Arif

Hobi membaca, menulis dan traveling. Membanggakan Sejarah Bangsa. Mengembangkan Kesadaran Nasional untuk Kejayaan Republik Indonesia, selengkapnya

Apakah Obama cukup Kuat — AL Cina memasuki Kawasan Hegemoni Armada VII AS [Serial Spionase – 13]

OPINI | 07 May 2011 | 14:14 Dibaca: 1198   Komentar: 4   0

13047770631538218549

Cina mempunyai Kekuatan Ekonomi, Militer, dan Ideologi. Cuma apakah ia Ofensif ataukah Defensif ?

Program pemerintahan Presiden Obama, yang dikemukakan sesuai dengan janji kampanye Pemilihan Presiden adalah sebagai berikut ; yang menyangkut Cina :

  1. Menyeimbangkan pengaruh ekonomi Cina di Brazil, Cile, dan Argentina.
  2. Membatasi upaya Cina membangun militernya, terutama yang ditujukan kepada Taiwan
  3. Menganggap hubungan bilateral AS-Cina penting untuk menentukan bentuk Abad XXI
  4. Melancarkan tekanan dengan isu HAM dan praktek Perdagangan Cina dan kurs Yuan.

Amerika juga telah memasang sistem pertahanan tambahan di sekitar Hawaii yang terdiri dari sistem antirudal dan sistem radar bernama The Theatre High Attitude Area Defence (THAAD). ). sistem pertahanan darat juga telah disiapkan di Alaska. .Melalui kedua sistem tersebut rudal apa pun akan ditembak jatuh di angkasa sebelum mencapai wilayah AS .

Memang potensi serangan (berbekal dari fakta Sejarah Perang Dunia II), bisa jadi, sekonyong-konyong dari arah barat USA — dulu Dai Nippon menyerang, bukan tidak mungkin di masa depan pun dari arah barat. Sangat potensial adalah Cina.

Di depan daratan Cina memang sejak selesai Perang Dunia II, AS menempatkan Armada ke VII — berbasis di Jepang dan Filipina. Armada VII memayungi Pasifik, Laut Cina Selatan hingga Australia dan Barat Indonesia, Lautan Hindia. Di kawasan armada itu memang selain Cina , ada Angkatan Laut India — kini juga potensial kekuatannya.

Cuma dibanding Cina, sementara tidak ada ancaman serius dari India (malah telah dilakukan kerjasama Nuklir , untuk menjadi tabir terhadap nuklir Iran) — Cina adalah termasuk musuh bebuyutan. Sejak bangkitnya kekuatan Komunis Mao Ze Dong — lantas Perang Korea (1953), dilanjutkan Perang Dingin (Blok Barat versus Blok Komunis). Cina adalah lawan potensial Amerika Serikat — itu pula mengapa AS bercokol di Korea Selatan — salah satu bibit konflik yang panas sepanjang masa.

Ancaman nuklir Korea Utara (yang Rudal Balistiknya sudah bisa mencapai wilayah USA) yang terus menerus merupakan ancaman Sekutu AS, Korea Selatan dan Jepang — secara periodik selalu memanaskan wilayah Asia Timur hingga ke Amerika Serikat.

Cina telah memprcepat program Kapal Induknya — untuk apa ? Menguasai Pasifik sampai Australia. Lha. ?

Amerika Serikat tidak bisa menganggap enteng lagi — Cina adalah Super Power kini. Kekuatan militernya ditunjang dengan potensi ekonomi terkuat kini — sedang Barat ( Amerika Serikat dan Eropa plus Sekutu-sekutunya dari aspek ekonomi, rada melumpuh saat ini).

Tokoh Al Qaeda, Osama telah tewas — AS akan meneruskan penangkalan serangan gerilya secara terorisme. Sambil meneruskan program Obama memulihkan perekonomian AS dan Eropa. Alot betul untuk membendung produk Cina dan Nilai Yuan yang tidak dapat didikte oleh AS

Sementara itu program peningkatan kemampuan militer Cina terus berlangsung — untuk melumpuhkan armada dan kapal induk musuh telah disiapkan rudal balistik Dong Feng DF 21D, yang bisa menjangkau jelajah 3.000 kilometer. Sejumlah kapal induk eks pembelian dari beberapa Negara saat ini masih beroperasi. Sedang Juli tahun ini akan diluncurkan Kapal Induk bernama Shi Lang, berbobot 67.500 ton panjang 300 meter — kapal ini dibeli dari Ukraina, dalam keadaan belum selesai.

Kapal Induk Shi Lang merupakan proyek latihan sebelum Cina akan membangun sendiri kapal induk full buatan Cina — Cina berencana membangun 2 kapal induk konvensional dan 2 unit dengan bertenaga nuklir. Sehingga setelah 2015 armada AL Cina akan mempunyai jangkauan operasional di Pasifik dan Lautan India. Bisa membuka front di Seluruh Pasifik, Australia sampai Lautan Hindia !

Kekuatan Armada AS dan militernya harus dapat menjamin status quo — bibit konflik :

  1. Cina dengan Jepang
  2. Cina dengan Negara-negara Asean, memperebutkan kepulauan Spratly dan Paracel — bahkan awal tahun 2011 ini militer Cina telah mendarat di sana. Pihak AS telah mengajukan keberatannya ke Cina.
  3. Konflik di Semenanjung Korea — antara Korea Selatan dan Korea Utara, apabila meletus konflik bisa menimbulkan masalah serius menuju Perang Nuklir di antara kekuatan nuklir dunia.
  4. Tahun 70-an Pemerintahan Orde Baru melalui ide Jendral Ibnu Soetowo — melakukan eksplorasi/eksploitasi migas di pulau terluar, yakni Kepulauan Natuna — sebelum berkembangnya kemungkinan pertikaian dengan sesama Negara-negara Asean, dan tentunya Cina. Bagi Cina Laut Cina Selatan dianggap kawasan kekuasaan lautnya — baik secara militer maupun non militer, dalam kurun pemerintahan beberapa Kaisarnya. Wilayah itu menjadi kawasan takluk, di mana Kerajaan-kerajaan membayar upeti kepada Kerajaan Cina.

Amerika Serikat tidak mungkin hanya memberi jaminan kepada Pulau Formusa (Taiwan) saja — karena tampaknya Strategi “Laut Biru” Cina akan diproyeksikan lebih dahulu ke Laut Cina Selatan — hal inilah yang harus menjadi kesadaran penuh Negara-negara ASEAN — kawasan ini bukan saja sedang menata “persamaan kehendak” dalam kekuatan ekonomi dan pasar — tetapi harus berpegang erat untuk menemukan “modus” bersatu dalam manajemen konflik ke dalam kalangan ASEAN sendiri, atau pun dengan Cina

Tampaknya Cina akan makin menanamkan pengaruhnya pertama-tama kepada Kawasan ASEAN — menguasai sumber daya dan pasarnya. (Indonesia harus segera menyelesaikan pertama sekali — Revolusi Budaya untuk menegakkan kekuatan mandiri — tidak banyak lagi waktu bagi Indonesia. Ingin menjadi Negara Merdeka berdaulat penuh, atau hanya sekadar Negara di bawah bayang-bayang dominion Negara Kuat)

Obama harus menuntaskan program periode pertama-nya  dan, ia juga harus bekerja keras dalam melakukan percaturan kekuatan AS melawan Cina, baik di bidang Ekonomi mau pun di bidang militer dalam periode kedua, nanti  —- kalau Rakyat USA memilihnya kembali untuk periode kedua.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 17 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 17 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 18 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 8 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 9 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: