Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Malik Bewok

http://malikbewok.wordpress.com/

Anggaran Alutsista TNI Jauh dari Ideal

REP | 03 June 2011 | 01:17 Dibaca: 416   Komentar: 6   0

Berbicara tentang pertahanan negara, tentunya tidak lepas dari sistem persenjataan yang dimiliki negara tersebut. Semakin tinggi kesiapan persenjataan militer suatu negara, maka akan meningkat pula sistem pertahanan negara tersebut.

Indonesia merupakan negara besar yang terdiri dari ribuan pulau. Ancaman terhadap keutuhan NKRI bisa datang dari dalam dan luar negeri. Sayangnya, luasnya teritorial yang harus dijaga TNI, tidak dibarengi dengan peningkatan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Setidaknya kenyataan itu terungkap melalui pernyataan yang disampaikan Dirjen Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Marsda TNI Bonggas S Silaen, Rabu (1/6) yang lalu di hadapan wartawan, di Jakarta, sebagaimana dikutip dari antaranews.co.id.

Tantangan TNI untuk menjaga keutuhan NKRI semakin tinggi karena persenjataan yang dimiliki rata-rata sudah tua, dengan umur 25 hingga 40 tahun. Rincian kesiapan dari tiga matra, yakni TNI AD, AU dan AL pun berbeda-beda. Kesiapan TNI AD  35 persen, TNI AU 30 persen dan TNI AL 30 persen.

Anggaran yang minim dinilai sebagai penyebab tidak adanya program pemutaakhiran alutsista TNI. Anggaran yang diberikan pemerintah kepada Kemhan yang kemudian dibagikan kepada empat unit organisasi, yakni Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Kemhan sendiri sejak tahun 2006 terus mengalami peningkatan hingga saat ini. Namun prosentase terbesar anggaran TNI habis hanya untuk belanja pegawai.

Pada tahun 2006 anggaran yang didapat oleh Kemhan sebesar Rp28 triliun, 2007 sebesar Rp32,6 triliun, 2008 sebesar Rp32,8 triliun, 2009 sebesar Rp33,6 triliun dan pada tahun 2010 mengalami peningkatan yang signifikan hingga mencapai Rp42,8 triliun. Sementara tahun 2011 ini mencapai Rp47,4 triliun. Bila kebutuhan anggaran pertahanan diproyeksikan minimal 2 persen dari PDB dalam 15-20 tahun, maka kesiapan alutsista yang dimiliki oleh TNI bisa mencapai 70 hingga 90 persen. (*)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Real Madrid Lengkapi Koleksi Gelar 2014 …

Choirul Huda | | 21 December 2014 | 04:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 21 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 23 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 24 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 24 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 December 2014 07:59


Subscribe and Follow Kompasiana: