Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Raffi Anwar

smart, cheerfull, kind

Masalah Radikalisme

OPINI | 10 June 2011 | 19:39 Dibaca: 166   Komentar: 0   0

Gerakan radikalisme yang terus berlangsung di Indonesia membutuhkan penanganan serius. Saat ini radikalisme yang terwujud dalam terorisme tidak hanya dimulai dari gerakan fundamentalis, tetapi juga dari disparitas ekonomi sosial, keterbelakangan, ketidakadilan dan ketimpangan.

Penanganan permasalahan radikalisme yang sangat komprehensif memerlukan tindakan komprehensif  pemerintah dengan proaktif, tidak hanya reaktif dan tindakan pascareaktif saja dalam pemberantasannya. Aspek penghukuman memang cukup penting bagi para terpidana teroris, untuk memberi penyadaran dan memberi efek jera. Namun upaya itu tidak cukup dilakukan dengan operasi penindakan seperti yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror saja tetapi juga diimbangi dengan penghukuman yang dapat mengarahkan para narapidana sadar terhadap perbuatannya seperti melalui program deradikalisasi.

Program deradikalisasi bagi narapidana tindak pidana terorisme termasuk pascapemidanaan perlu dibuat secara komprehensif dan serius oleh pemerintah melalui berbagai instansi terkait. Sebagai contoh adanya bimbingan psikologis dari para psikolog dan psikiater serta penyadaran pemahaman mengenai agama yang benar dari para tokoh agama dan terakhir memberikan penyediaan lapangan kerja bagi mantan narapidana yang sudah bebas. Sehingga narapidana di lembaga pemasyarakatan tidak sekedar menjalankan hukuman tetapi juga ada upaya untuk mengubah pola pikir radikal para narapidana itu sendiri.

Diharapkan kelak dengan program deradikalisasi para mantan narapidana sadar dan kembali ke lingkungan masyarakat hidup berdampingan dengan yang lainnya dan melakukan aktivitas seperti masyarakat pada umumnya. Untuk itu, keterlibatan lapisan masyarakat sangat diperlukan dari mulai tokoh masyarakat, tokoh agama dan kita semua, karena tanpa adanya keterlibatan komponen bangsa gerakan radikalisme akan sulit diberantas.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Indonesia Meraih Emas dalam Taste of …

Ony Jamhari | | 20 September 2014 | 13:35

Pendaftar PNS 1,46 juta, Indonesia Minim …

Muhammad | | 20 September 2014 | 12:59

Dari Melipat Kertas Bekas Bergerilya Berbagi …

Singgih Swasono | | 20 September 2014 | 17:28

Di Pantai Ini Tentara Kubilai Khan Mendarat! …

Mawan Sidarta | | 20 September 2014 | 13:30

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 14 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 18 jam lalu

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 20 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 22 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Rebranding Sepak Bola di India …

Handy Fernandy | 14 jam lalu

Kesetrum, Antara Reflek dan Tuhan …

Bang Pilot | 15 jam lalu

Judika Bangga Membagikan Budaya di Rising …

Sahroha Lumbanraja | 15 jam lalu

i-Road, “Bajaj” Masa Depan ! …

Angga Saputra | 15 jam lalu

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | 16 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: