Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Mirza Gemilang

Berteman dengan pena dan kertas..

Pasukan Berkuda, Siap Amankan Perbatasan

OPINI | 14 July 2011 | 18:57 Dibaca: 1268   Komentar: 6   0

13106265031424655073

foto istimewa

Kesatrian Detasemen Kaveleri Berkuda (Denkavkud) TNI AD yang berlokasi di Parongpong,Bandung Barat,Jawa-Barat tampak asri dengan latar belakang bukit-bukit yang berhawa dingin. Kesatrian ini adalah satu-satunya di Indonesia.Komandan Denkavkud adalah Letnan Kolonel Kaveleri D Setiawan dan Wakil Komandan Mayor Kaveleri Ahmad Ibrahim Nasution. Di markas ini, sedikitnya ada 220 kuda yang di kembangkan dan dipelihara.Kuda-kuda disini hanya dapat dipakai sebatas usia produktif 18 tahun.Lewat dari angka itu, sudah dianggap tua.

Untuk kuda-kuda jantan diberi nama gunung.Contohnya, Krakatau dan Semeru. Sedangkan kuda-kuda betina diberi nama bunga, seperti mutiara,dan mawar. Kuda-kuda ini dilatih secara militer untuk perang, sehingga jangan heran kalau kuda-kuda di kesatrian ini tidak takut ketika mendengar suara letusan senjata api atau bom. Latihan untuk kuda-kuda agar terbiasa dengan suara keramaian dan letusan bisa dilakukan selama tiga bulan, dan latihan keseluruhan enam bulan.

Kuda-kuda itu juga dilatih untuk tiarap ditengah hutan ketika akan mengintai musuh.Kuda ini juga bisa kembali ke markas, tanpa dipandu, jika si penunggang tertembak atau terluka.Kebanyakan kuda-kuda itu berasal dari Australia yang diturunkan (dikembangbiakkan) sehingga menjadi kuda lokal. Kuda-kuda disana dilatih untuk menempuh perjalanan 60 kilometer per hari diarea markas denkavkud yang luasnya sekitar 1000 hektar.Kriteria untuk kuda di kesatrian ini harus memiliki tinggi diatas 160 cm, nafasnya dan darahnya bagus.

Bagaimana bila pasukan berkuda ikut amankan perbatasan?Wakil Komandan Denkavkud Mayor Kaveleri Ahmad Ibrahim Nasution menjelaskan bahwa pasukan berkuda siap diterjunkan di wilayah perbatasan Indonesia bila ada perintah pimpinan TNI. Bila perintah datang, akan ditempatkan sekitar 30 kuda dalam batalyon berkuda di perbatasan. “Kita sudah ajukan ke pimpinan agar pasukan berkuda bisa ditempatkan di perbatasan, namun hingga kini belum terealisasi,” kata Mayor Nasution.

Pengamanan perbatasan dengan pasukan berkuda memang diperlukan mengingat meda diperbatasan amat berat dan tak bisa dijangkau dengan kendaraan.Apalagi diwilayah perbatasan rawan akan pencurian kayu, peneylundupan dan pemindahan patok batas.

13106265941565008006

Foto Istimewa

Detasemen Kaveleri Berkuda (Denkavkud) adalah satuan operasional dibawah Pusat Kesenjataan Kaveleri Kodiklat TNI Angkatan Darat. Markas Detasemen ini berada di Parongpong, Bandung Barat,Jawa-Barat. Tugasnya adalah melaksanakan tugas operasi, khususnya patroli pengamanan yang tidak dibatasi oleh jaring jalan, menyiapkan satuan kaveleri untuk Kodam diseluruh Indonesia, menyelenggarakan peternakan kuda, melakukan tugas-tuga protokoler penyambutan tamu negara dan pengembangan olahraga berkuda.

Detasemen Kaveleri Berkuda Pussenkav TNI AD mulai timbul sejak adanya kuda-kuda hasil rampasan selama perang kemerdekaan pada akhir Desember 1949 dan awal tahun 1950an di Pulau Jawa.Sedikitnya 20 ekor kuda diserahkan kepada orang-orang eks KNIL yang ahli merawat serta mendidik kuda, yang kemudian diserahkan kepada kaveleri Angkatan Darat.

Bermodalkan 20 ekor kuda, Komandan Pusat Kaveleri Letkol Kav KGPH Soerjo Soejarso mengusulkan kepada KASAD sebagai langkah pertama untuk membentuk satu eskadron kaveleri berkuda yang didalamnya termasuk remonte kuda, disamping pasukan kaveleri mekanis yang sudah ada sebagai bagian dari kesenjataan kaveleri AD.

Gayung bersambut, pimpinan Angkatan Darat kala itu mengeluarkan instruksi KSAD No.18/KSAD/Instr/1953 tanggal 18 Maret 1953 tentang satuan “Eskadron Kaveleri Berkuda”. Maka hingga kini, tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi Denkavkud.Banyak sudah tugas-tugas operasi yang dilakukan, diantaranya pada 1975 dan 1977 satuan kaveleri berkuda dilibatkan dalam operasi ke Timor-Timur untuk membantu satuan infanteri, mengamankan kunjungan Presiden sebagai tamu negara, mengamankan Sea Games.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Gonzales, ‘Kartu Truf’ Timnas …

Achmad Suwefi | | 24 November 2014 | 09:32

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 4 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 8 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 10 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Komitmen Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca …

Ervina Dwi Indrawat... | 7 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

Di Papua 1 Desember Akan Diperingati Hari …

Albert Giay | 8 jam lalu

Revolusi dari Desa: Jangan Ada Lagi Tikus …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Sayang Tidak Ada Pembicara Olahraga di …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: