Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Mirza Gemilang

Berteman dengan pena dan kertas..

Indonesia Beli Puluhan Tank BMP 3F Rusia

REP | 11 May 2012 | 20:53 Dibaca: 1793   Komentar: 5   1

Alutsista TNI akan lebih modern lagi. Indonesia berencana membeli 37 unit kendaraan tempur infanteri (infantry fighting vehicle) BMP-3F Seri 2. Sekitar pukul 10.00 Jumat tadi (11/5) Kepala Badan Ranahan Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ediwan Prabowo, menandatangani kontrak dengan Kepala Perwakilan JSC Rosoboron Export di Indonesia, Vadim Varaksin, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Pertahanan, Mabes TNI AL, dan sejumlah pejabat di jajaran Korps Marinir, hadir dalam acara itu.Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia dan Atase Pertahanan Rusia di Jakarta, juga hadir.. Sejak Desember 2010, TNI telah menggunakan tank BMP-3F sejumlah 17 unit.Tank-tank itu dioperasikan oleh Korps Marinir TNI AL. Dari segi teknologi kendaraan tempur lapis baja ini bisa dikatakan sempurna. “Karena sesuai dengan kebutuhan pertempuran masa kini (perang asimetris),” ujar Kapuskom Publik Kemhan RI Brigjen TNI Hartind Asrin.

Keunggulan lainnya, kata Hartind, adalah computer balistik pada tank ini telah di upgrade dengan system digital yang lebih akurat. Kemudian lubang penembakkan untuk pasukan yang semula diperuntukkan untuk senapan serbu AK-47 telah disesuikan dengan senapan serbu SS1 buatan Pindad.

Tank ini, dilengkapi pula dengan rantai (track) yang bisa digunakan di jalan beraspal, sehingga aspal tidak rusak bila dilalui kendaraan berat ini. Lalu, juga dilakukan penyempurnaan dalam perlindungan perang nuklir biologi kimia (Nubika), serta perbedaan lainnya yang bersifat minor charge pada tameng tombak (anti surge vane) yang semula memiliki tebal lima milimeter, menjadi sepuluh milimeter.Tak lupa, system pemanas ruangan juga disesuaikan dengan iklim yang ada di Indonesia.

Keunggulan-keunggulan lainnya, yang dimiliki Tank BMP 3F ini adalah, mampu beroperasi di laut selama tujuh jam dan untuk menunjang kemampuan amfibinya.Tank ini dapat dilengkapi snorkel.Tank BMP 3F buatan Rusia ini, dilengkapi kanon kaliber 100 mm, kanon ini dirancang untuk menembakkan peluru atau roket non-kendali (shell). Kanon jenis ini masuk dalam kategori balistik sedang, dengan kecepatan tembak berkisar antara 250 meter per detik.

Menurut Hartind, konstruksi persenjataan Tank BMP 3F  merupakan penggabungan dalam satu komponen antara meriam, peluncur roket berkaliber 100 mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan mitraliur berkaliber 7,62 mm. Dengan penggabungan ini, memungkinkan awak tank dapat memilih model keperluan penggunaan senjata yang tersedia dikaitkan dengan situasi, kondisi serta medan tempur. “ Tergantung sasaran yang dipilih untuk dihancurkan baik sasaran di darat, laut maupun udara,” ujarnya. Tank BMP 3F memiliki berbobot kurang lebih 18,7 ton, panjang delapan meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 2,5 meter, dengan kapasitas awak tiga orang, dan tujuh personel pasukan bersenjata lengkap.

Mayor Jenderal Ediwan Prabowo, mengatakan, pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F ini dilaksanakan berdasarkan keputusan Menteri Pertahanan tentang penetapan penyedia barang dan jasa, pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F dengan mempergunakan fasilitas pendanaan yang telah ditetapkan sumber pembiayaannya pada tahun anggaran (TA) 2011. “Pengadaan kali ini adalah pengadaan lanjutan untuk 37 Unit Tank BMP-3F, mengingat sebelumnya Kemhan sudah melaksanakan pengadaan serupa pada tahun 2008 sebanyak 17 unit,” ujar mantan Sekretaris Pribadi Presiden SBY ini.

Dalam pengadaaan kali ini, jumlah unitnya lebih besar dari sebelumnya, yakni 37 unit BMP 3F Infantry Fighting Vehicle khusus untuk Marinir dan juga ada satu Unit BREM-L armoured recovery vehicle,  Amunisi dan segala peralatan pendukungnya.

Dengan pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F ini, Kemhan berharap dapat memenuhi kebutuhan Satuan Marinir TNI AL. Sehingga meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas dan kemampuan bertempur TNI khususnya TNI Angkatan Laut.

Ediwan mengucapkan terimakasih kepada JSC Rosoboronexport Rusia, sebab dalam pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F, pihak Rosoboronexport Rusia bersedia memberikan Transfers of Technology (ToT) berupa peningkatan kemampuan workshop dari TNI AL dalam kemampuan pemeliharaan yang baik terhadap tank - tank tersebut.

“Atas nama Menteri Pertahanan, saya menyampaikan perhargaan dan ucapan terimakasih atas kerjasamanya, sehingga proses pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F  ini dapat dilaksanakan, khususnya yaitu melalui pembiayaan state credit yang disediakan dari pemerintah Rusia,” kata Ediwan.

Atas fasilitas state credit yang disediakan Rusia, maka didalam proses pengadaannya Indonesia akan memanfaatkan sebesar-besarnya fasilitas yang diberikan itu.Hal ini merupakan wujud kerjasama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Rusia.

Kepala Perwakilan JSC Rosoboronexport Rusia di Indonesia Vadim Varaksin  mengatakan, pengadaan  37 Unit Tank BMP-3F  ini merupakan pembelian kedua, dimana ini mencerminkan bahwa TNI AL merasa puas dengan kendaraan tersebut, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Rusia khususnya Rosoboronexport Rusia. “Kami berharap pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F nantinya  akan membantu meningkatkan kemampuan TNI AL khususnya Marinir,” ujarnya dalam bahasa Inggris.

Kontrak pengadaan  37 Unit Tank BMP 3F  ini cukup istimewa dan bahkan merupakan suatu terobosan dalam hubungan antara JSC Rosoboronexport Rusia dan Kemhan RI, karena sudah mengandung komponen yang baru dan penting yaitu adanya kerjasama Transfers of Technology. Hal ini adalah suatu hal yang sangat baik dan meletakan dasar yang sangat baik untuk peningkatan hubungan Rusia-Indonesia dimasa depan..

“Pihak Rusia, siap dan sungguh - sungguh untuk melakukan kerjasama ToT dalam rangka kontrak ini, dan akan berusaha untuk mempertahankan kerjasama yang telah berlangsung  baik selama ini,” kata Vadim.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Jalan, Super Admin Kompasiana! …

Nurul | | 27 August 2014 | 11:44

Menyambut Baik Undang-undang Panas Bumi …

Ikhsan Harahap | | 27 August 2014 | 10:03

Jokowi: Rekonsiliasi Itu Apa? …

Armin Mustamin Topu... | | 27 August 2014 | 05:58

Mengapa Turis Tiongkok Tidak Suka ke …

Leo Kusima | | 27 August 2014 | 11:46

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 8 jam lalu

“Kelompok Busuk Menolak Ahok” …

Pakfigo Saja | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: