Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Iwan Kodrat

Jangan berdiri dibelakangku, aku tak mau diikuti Jangan Berdiri didepanku, aku tak mau mengikuti Berdirilah disampingku, kita selengkapnya

Kerusuhan Lamsel Meluas, Korban Berjatuhan, Ratusan Rumah Dibakar

REP | 29 October 2012 | 23:46 Dibaca: 4832   Komentar: 0   0

13515285041941966019

Bentrok Berdara kembali terjadi di Lampung (foto/ Andi)

Kerusuhan yang bernuansa SARA di Kecamatan Way Panji Lampung Selatan (Lamsel) kian meluas. Bentrokan bukan lagi antara warga Desa Balinuraga dan Desa Sidoreno dengan warga Desa Agom Kalianda, tapi sudah melibatkan beberapa desa di Lamsel termasuk dari kabupaten lain.

Meluasnya kerusuhan di Kecamatan Way Panji terlihat dari gerakan puluhan ribu masyarakat yang mengatasnamakan suku Pribumi Lampung melakukan penyerangan terhadap warga Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji, Lamsel, Senin (29/10). Warga Desa Balinuraga sempat melakukan perlawanan, bentrokpun tidak dapat dihindari, mengakibatkan empat warga Desa Balinuraga tewas. Bahkan ada informasi korban berjatuhan sehingga jumlahnya mencapai sepuluh orang.

13515287471221017179

masa pribumi dengan mengunakan truk menuju perkampungan masyarakat bali (foto tofik)

Meskipun ribuan aparat gabungan dari TNI/ Polri melakukan blockade dengan kawat berduri, kendaraan serta personil untuk menghalau massa dari pihak Pribumi Lampung agar tidak dapat memasuki wilayah Desa Balinuraga. Namun, massa yang dari pagi hingga pukul 13.00 WIB telah berkumpul di lapangan Sekolah Dasar (SD) Agom Kecamatan Kalianda, dan bertambah terus jumlahnya hingga puluhan ribu yang tergabung dari berbagai kecamatan dan kabupaten yang ada di Provinsi Lampung itu dapat melaluinya. Massa Pribumi Lampung tersebut melalui jalur tikus atau jalur jalan setapak pesawahan yang dapat menuju ke Desa Balinuraga.

Massa dari warga Desa Balinuraga dari pagi telah mempersenjatai diri, untuk melakukan perlawanan terhadap massa yang mengatasnamakan Pribumi Lampung. Namun, akibat kalah jumlah massa, warga Desa Balinuraga mundur. Sehingga seluruh massa gabungan yang merasa kesal akibat tindakan pelecehan dan pembunuhan warga pribumi Lampung melampiaskan dengan melakukan pembakaran rumah-rumah warga yang diduga milik warga Desa Balinuraga.

Data yang dihimpun, kisaran ratusan rumah warga Bali yang ada di Desa Balinuraga dan Sidoreno hangus terbakar serta rata dengan tanah.

1351528872836019345

ribuan massa pribumi berkumpul akan melakukan penyerangan (Foto Alex)

Sedangkan, korban yang meninggal dunia sebanyak empat orang yang tergeletak di pesawahan sebanyak dua orang dan dua orang di bawah pohon kelapa dekat dengan jalan raya desa. Tapi, ada informasi jumlah warga dari Balinuraga dan Sidoreno yang meninggal sebanyak 6 orang.

Sementara Waka Polda Lampung Kombes Pol Rusman, mengatakan, ketatnya penjagaan yang disiagakan oleh pihaknya yakni, untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan. Sehingga pihaknya menerjunkan personil TNI/ Polri sebanyak 2.159 terdiri dari 748 TNI dan Marinir. Tiga Kompi Brimob Mabes Polri, 100 personil Polda Banten serta gabungan kepolisian polres Lamsel, Lamtim dan Polresta Metro. “Ini kami lakukan, merupakan upaya agar tidak terjadi bentrok dan tidak menimbulkan korban lagi,” ucapnya ketika diwawancarai wartawan.

1351529015247960437

ribuan massa Bali yang akan melakukan penyerangan (foto/ alex)

Secara terpisah Kapolda Lampung Brigjen Jodie Roseto, mengatakan, pihaknya juga telah melakukan tindakan meminimalisir bentrokan yakni dengan sweeping warga yang melintas di jalan lintas sumatra (Jalinsum) di dekat Masjid Agung Kubah Intan Kalianda dari pukul 09.00-14.00 WIB. Kendaraan yang dilakukan sweeping dari arah Bakauheni menuju Bandarlampung, sebab daerah yang menjadi konflik melintasi Jalinsum tersebut. “Personil yang melakukan sweeping itu, merupakan personil Brimob bantuan dari Polda Banten,” tukasnya.

Dari pantauan terakhir hingga berita ini diturunkan, puluhan ribuan massa telah berangsur meninggalkan lokasi perbatasan Desa Sidoreno dan Desa Balinuraga, dimana lokasi tersebut menjadi pusat bentrokan antara kedua kubu massa.(Sumber Harian Fajar Sumatera)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Gaharu di Hutan Perbatasan …

Dodi Mawardi | | 29 November 2014 | 11:18

Jokowi Tegas Soal Ilegal Fishing, …

Sahroha Lumbanraja | | 29 November 2014 | 12:10

Menjadikan Produk Litbang Tuan Rumah di …

Ben Baharuddin Nur | | 29 November 2014 | 13:02

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak? …

Wahyu Indra Sukma | | 29 November 2014 | 05:44

Ikuti Blog Competition ā€¯Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Jangan Tekan Ahok Lagi …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 7 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 10 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pulau Penyengat, Pulaunya Masjid Raya Sultan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Gerdema: Saatnya Desa Mandiri, Saatnya Desa …

Amelya I. Fatma R. | 8 jam lalu

Selingkuh …

Mamang Haerudin | 8 jam lalu

Miskonsepsi: Fasilitator Pendidikan vs Orang …

Zuhda Mila Fitriana | 8 jam lalu

Analisis Dua Cerita Ulang Imajinatif: Asal …

Astari Kelana Hanin... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: