Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Malik Bewok

http://malikbewok.wordpress.com/

Pengesahan RUU Kamnas Urgen Didahulukan

OPINI | 08 December 2012 | 23:54    Dibaca: 290   Komentar: 0   0

Pembahasan RUU Keamanan Nasional menjadi penting karena dia adalah payung hukum bagi sejumlah undang-undang lain. RUU Kamnas didahulukan pembahasannya dari RUU Rahasia Negara, karena RUU Kamnas menjadi UU induk. RUU Kamnas mengatur secara garis besar terkait masalah rahasia negara. Baru, setelah ada payung undang-undang, maka RUU Rahasia Negara menjadi jabaran dari RUU Kamnas.

Pengesahan RUU Kamnas didahulukan dari UU lainnya, seperti RUU Rahasia Negara, UU Pertahanan Negara dan UU Kepolisian Negara. UU Kamnas akan didefinisikan dan dioperasionalkan pada permulaan sebelum UU lain yang berkaitan dengan keamanan nasional disahkan.

Jika RUU Kamnas disahkan belakangan, maka dikhawatirkan akan terjadi ketidakpasan dengan RUU lain, contohnya RUU Rahasia Negara. Polemik yang hadir di masyarakat terkait pengesahan RUU Kamnas tidak lepas dari kepentingan politik sekelompok orang. Kelompok sipil yang tergabung dalam organisasi masyarakat, menilai banyak pasal yang mengancam kewenangan sipil dan cenderung melanggar HAM. Padahal, saat ini sudah banyak terjadi perubahan dalam RUU Keamanan Nasional. Sejatinya, masyarakat pun harus memahami bahwa kehadiran RUU Kamnas adalah untuk menciptakan keamanan yang terintegrasi antar lembaga negara di Indonesia.

Oleh sebab itu, Pengesahan RUU Kamnas sebaiknya dilakukan lebih dulu ketimbang dari undang-undang yang lain. Empat pasal yang hadir dalam RUU Kamnas seperti definisi ancaman, keberadaan Dewan Keamanan Nasional (DKN), pemberian kewenangan kepada BIN dan TNI untuk mengatasi masalah keamanan dan pembentukan kekuatan sipil, menjadi perhatian bagi Pemerintah. Oleh sebab itu, Pemerintah pun sangat mengakomodasi pandangan dan tanggapan dari kelompok-kelompok sipil yang selama ini mengkritisi RUU Kamnas. (*)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pulang ke Solo, Presiden Kejutkan Arena CFD …

Niken Satyawati | | 24 May 2015 | 22:16

Pedenya NET TV …

Iwan Permadi | | 24 May 2015 | 16:52

[Blog Competition] Ceritamu bersama …

Kompasiana | | 08 May 2015 | 18:25

Mau Jadi Kaya? Pikirkan Telebih Dulu secara …

Tjiptadinata Effend... | | 24 May 2015 | 20:04

KAA ke-60, Bandung Mendadak Bahagia …

Kompasiana | | 24 May 2015 | 18:15


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar Senjata Jusuf Kalla, Petral …

Ninoy N Karundeng | 17 jam lalu

Lecehkan Ras Sunda, Color Run Subang Dicekal …

Jadiah Upati | 18 jam lalu

Beras Platik: Teror untuk Siapa? …

Gatot Swandito | 19 jam lalu

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 24 May 2015 06:59

Presiden Jokowi Menerima Gratifikasi Batu …

Gunawan | 24 May 2015 05:08


Subscribe and Follow Kompasiana: