Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Asrul Ibrahim

Postgraduate student by current position. Researcher by passion. Backpacker by obsession

TNI AL dan Kedaulatan NKRI (Menyambut Hari Dharma Samudera 2013)

OPINI | 08 January 2013 | 10:48 Dibaca: 809   Komentar: 0   1

Pada tahun 2012 Proklamasi kemerdekaan Indonesia berusia 67 tahun, hampir tujuh dasawarsa deklarasi paripurna tersebut dikumandangkan ke seluruh dunia. Kemerdekaan tersebut tentu tidak diraih dengan begitu saja, banyak proses yang harus dilalui oleh para founding leaders untuk sampai pada sebuah titik pernyataan kemerdekaan. Banyak hal yang dikorbankan, para pahlawan dan pendiri bangsa memberi teladan bahwa nyawa sekalipun harus dikorbankan sebagai penebus kemerdekaan tanah air.


Salah satu peristiwa heroik yang dicatat dalam tinta emas sejarah bangsa Indonesia adalah pertempuran Laut Aru. Peristiwa tersebut terjadi pada Tanggal 15 Januari 1962, yaitu pertempuran antara tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) yang sedang menjalankan misi dalam Komando Mandala Pembebasan Irian Barat.

Peristiwa ini kemudian diabadikan dengan memperingati tanggal 15 Januari sebagai Hari Dharma Samudera. Pertempuran Laut Aru adalah salah satu perang laut yang dilakukan oleh TNI AL untuk mempertahankan kedaulatan negara. Pada peristiwa tersebut Komodor Yos Sudarso yang berada di KRI Macan Tutul sempat mengucapkan perintah “kobarkan semangat pertempuran”, perintah inilah yang mengobarkan semangat prajurit TNI AL yang ada di dalam kapal tersebut untuk menerjang tiga kapal AL Kerajaan Belanda.

Peristiwa Laut Aru tersebut menjadi momentum pengingat betapa pentingnya peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI di wilayah laut. Fenomena globalisasi dan meningkatnya kejahatan lintas negara juga menjadi tantangan sendiri bagi matra laut untuk mempertahankan eksistensi Indonesia di wilayahnya sendiri. Hal itu sesuai dengan politik hukum pertahanan negara yang bertujuan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan bangsa dari berbagaia ancaman. Selain itu fungsi TNI AL sebagai bagian dari garda pertahanan bangsa Indonesia adalah menjaga kedaulatan negara yang mencakup sistem ideologi dan politik negara.

Pada awal kemerdekaan luas wilayah laut Indonesia hanya 100.000 km2 kemudian bertambah menjadi 3.000.000 km2 saat adanya Deklarasi Juanda pada 13 Desember 1957, lalu saat UNCLOS PBB tahun 1982 disepakati wilayah laut Indonesia bertambah menjadi 6.000.000 km2 artinya wilayah laut Indonesia berkembang menjadi enam puluh kali lipat.

Bertambahnya luas wilayah laut Indonesia juga berimplikasi pada semakin luasnya cakupan wilayah yang harus dijaga oleh TNI AL. Keberadaan KRI di kawasan perbatasan menjadi sangat penting terutama untuk menjaga wilayah laut teritorial Indonesia. Luasnya wilayah laut Indonesia juga dibarengi dengan adanya batas maritim. Ada sepuluh negara yang memiliki batas maritim dengan Indonesia yaitu India, Thailand, malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia, dan Timor Leste.

Indonesia telah memiliki perjanjian batas maritim dengan tujuh dari sepuluh negara yang memiliki perbatasan maritim secara langsung. Perjanjian ini sangat penting artinya bagi negara kepulauan seperti Indonesia karena memiliki dasar hukum yang kuat untuk menjaga, mempertahankan, dan memanfaatkan segala sumberdaya kelautan.

Indonesia sebagai negara kesatuan yang secara geografis berbentuk kepulauan memiliki tantangan sekaligus peluang bagi mewujudkan cita-cita didirikannya bangsa ini. TNI AL sebagai bagian dari pemersatu bangsa memiliki peran yang tidak bisa dilepaskan dari kondisi geografis ini. Secara historis TNI AL memegang peranan penting dalam menjaga kedaulatan NKRI, pertempuran Laut Aru adalah salah satu contohnya.

Sejarah bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari sejarah TNI AL. Badan Keamanan Rakyat Laut (BKR Laut) yang dibentuk pada 10 September 1945 adalah cikal bakal dari TNI AL yang dikenal sekarang ini. Peranan TNI Al dalam mempertahankan kemerdekaan sudah tidak diragukan lagi. Di masa kemerdekaan ini tugas TNI AL dijalankan berdasarkan amanat konstitusi dan UU yang mengatur tentang pertahanan negara.

Keberadaan TNI AL secara yuridis dilegitimasi oleh Pasal 30 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD 1945). Ketentuan tersebut menyebutkan bahwa TNI AL adalah bagian dari TNI sebagai kekuatan utama dalam sistem pertahanan Indonesia. Tugas dari TNI AL tercantum dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI), selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

a. melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan;

b. menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi;

c. melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri yang ditetapkan oleh pemerintah;

d. melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut; serta

e. melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut.

Selain itu, dalam menjalankan tugas dan fungsinya TNI AL juga mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2010 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2010-2014. Melihat lima tugas yang diamanatkan UU TNI tersebut dapat dipastikan betapa pentingnya peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI.

TNI AL memiliki peran unik yang berbeda dengan Angkatan Laut lain yang ada di negara manapun. Selain menjalankan tugas sebagaimana yang diamanatkan oleh Pasal 9 UU TNI dan Kebijakan Umum Pertahanan Negara TNI AL juga harus mengakomodasi United Nations Convention of Law of The Sea (UNCLOS) Tahun 1982 yang megatur tentang rezim lintas damai, lintas transit, dan lintas laut alur kepulauan.

Tugas dan fungsi TNI AL tersebut sangat erat kaitannya dengan kedaulatan NKRI. Kedaulatan sebuah negara jika dilihat dari perspektif implementasi terbagi atas dua sisi yaitu kedaulatan internal dan eksternal. Kedaulatan internal adalah kekuasaan mutlak negara untuk menentukan kebijakan dalam negerinya. Sedangkan kedaulatan eksternal adalah kemampuan suatu negara untuk mendapatkan pengakuan dunia internasional dan melakukan hubungan degan negara lain.

Peranan TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI sangat penting artinya bagi bangsa Indonesia. Belajar dari putusan International Court of Justice mengenai sengketa antara Indonesia dan Malaysia terkait Pulau Sipadan dan Ligitan maka kehadiran secara efektif negara tertentu dalam suatu wilayah (effective occupation) menjadi salah satu pertimbangan pemilik wilayah tersebut. Kehadiran KRI yang diawaki oleh prajurit TNI AL di wilayah perbatasan merupakan salah satu bentuk kehadiran negara di kawasan tersebut.

TNI AL sebagai kekuatan utama pertahanan di laut memiliki Kapal Republik Indonesia (KRI) yang merupakan kekuatan vital terdepan untuk mengawal wilayah maritim Indonesia. Kekuatan lainnya adalah berupa pasukan tempul pemukul, pendukung, pesawat udara (pesud), dan marinir.

Berdasarkan penjelasan di atas bahwa peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI sangat penting. Keberadaan KRI dan prajurit TNI AL di kawasan terdepan negara adalah salah satu bukti bahwa negara menganggap kawasan perbatasan adalah wilayah yang penting karena fungsinya sebagai etalase terdepan bangsa ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Warga Kupang Anti-McDonald …

Yusran Darmawan | | 29 August 2014 | 06:43

Pak Jokowi, Saya Setuju Cabut Subsidi BBM …

Amy Lubizz | | 28 August 2014 | 23:37

Jatah Kursi Parlemen untuk Jurnalis Senior …

Hendrik Riyanto | | 29 August 2014 | 04:36

Jangan Mengira “Lucy” sebagai Film …

Andre Jayaprana | | 28 August 2014 | 22:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 2 jam lalu

Gaduhnya Boarding Kereta Api …

Akhmad Sujadi | 5 jam lalu

Jokowi “Membela” Rakyat Kecil …

Melvin Hade | 5 jam lalu

Ketua Gerindra, M Taufik Pasang Photo …

Frans Az | 10 jam lalu

Mafia Migas dibalik Isyu BBM …

Hendra Budiman | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: