Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Budi Mulyono

Warga biasa yang ingin hidup tenang di republik ini

Inpres No 2/2013, Kebutuhan dan Kepentingan yang Berbenturan

OPINI | 08 February 2013 | 14:47 Dibaca: 349   Komentar: 0   0

Penerbitan Instruksi Presiden No 2 Tahun 2013 tentang Peningkatan Efektifitas Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri merupakan jalan tengah untuk mengatasi konflik yang semakin kompleks. Itulah yang dikatakan oleh Budi Soepandji usai diskusi bersama media massa di Lemhanas, kamis kemarin.

Anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Kertopati atau Nuning yang diwawancarai oleh Antara berharap penandatanganan Instruksi Presiden (Inpres) No 2 Tahun 2013 tentang penanganan konflik sosial bukan untuk menjawab kebuntuan pembahasan Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) yang hingga kini masih terkatung-katung.

Kita semua tahu, pembahasan RUU kamnas hingga akhir 2012 masih menemui jalan buntu. Banyak kepentingan yang bertabrakan, seakan-akan melupakan bahwa warga negara Indonesia yang biasa-biasa saja, seperti saya ini, memiliki kebutuhan untuk hidup dengan tenang dan aman.

Di wilayah Jawa Timur, konflik atas dasar agama, sosial maupun suku masih cukup sering terjadi. kasus Syiah di Jember, Pasuruan dan bahkan yang sempat menjadi perhatian nasional adalah kasus konflik syiah di Sampang, Madura. Kerugian dan penderitaan yang dialami oleh warga Sampang saat itu tentu saja tidak sedikit.

Ini baru satu contoh kasus. Di Poso, Solo, Makasar penembakan terhadap aparat merajalela, dan karena tidak ada Undang-Undang Kamnas akhirnya aparat seperti Densus ‘terjebak’ pada pola-pola extrajudicial killing. Di NTB, kasus konflik antar suku juga hampir menjadi agenda rutin. Di papua, terlebih lagi, disana banyak kepentingan dan pihak-pihak yang bermain. Terus dimana lagi kita akan mendapatkan kedamaian? Apa nanti kalau sudah mati dan masuk surga? Ya kalau masuk surga, kalau masuk neraka?hidup dan mati tidak akan merasakan kedamaian.

Semoga saja semua pihak menyadari, bahwa negara ini, yang hidup berdasar Undang-Undang, memerlukan Undang-Undang untuk mengatur dan menjaga keamanan di dalam wilayahnya sendiri.  Ibaratnya orang punya rumah, dia harus punya aturan dan sistem agar di dalam rumah tidak ribut melulu.

Di Indonesia ini, kita hidup dan mencari penghidupan. Tentunya kita berharap, Pemerintah mampu memberikan jaminan rasa aman untuk hidup di negeri ini. Dan pemerintah tentunya juga memerlukan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan kehidupan yang aman dan damai ini. Salam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mencari Jejak Pencetus Indonesia …

Olive Bendon | | 05 March 2015 | 13:31

Watu Jaran, Sepotong Surga di Keheningan …

Hendra Wardhana | | 05 March 2015 | 15:18

Menyibak Akar Sengkarut APBD DKI …

Zetya1 Setiawan | | 05 March 2015 | 16:00

Mengenal “Swinger”: Ancaman dan …

Wahyu Tanoto | | 05 March 2015 | 15:31

[Tutorial] Google Hangout dan Cara …

Kompasiana | | 09 January 2015 | 22:15


TRENDING ARTICLES

Mengapa Ruki Tidak Menolak? …

Abd. Ghofar Al Amin | 6 jam lalu

Pelayanan Luar Biasa Fx Sudirman …

Thamrin Dahlan | 13 jam lalu

Perbedaan Negara Bekas Jajahan Belanda …

Rudi Hartono | 13 jam lalu

Humor Revolusi Mental #071: Repetitio Mater …

Felix | 13 jam lalu

Coretan Tangan Ahok: “Pemahaman Nenek …

Edi Abdullah | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: