Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Mirza Gemilang

Berteman dengan pena dan kertas..

Analisis Keamanan Diperlukan Jelang 2014

REP | 26 February 2013 | 01:13 Dibaca: 363   Komentar: 0   0

1361815838476533588

Panglima TNI menyalami Pati yang naik Pangkat, di Cilangkap,Jakarta

Kenaikan pangkat dapat memberikan warna cerah dan menjadikan amalan yang  tidak terputus untuk senantiasa bekerja di atas landasan semangat guna meningkatkan kinerja, kapasitas diri dan kualitas tugas, dalam kerangka tugas pokok TNI, demi kejayaan TNI, bangsa dan negara tercinta.

Tantangan tugas yang dihadapi TNI tidak bergerak linear dan tidak berimplikasi tunggal. Namun sebaliknya, implikasinya dapat menyentuh, merambah dan mengait semua aspek kehidupan, baik politik dan sosial budaya, maupun pertahanan dan keamanan. Satu kerawanan dapat menyelam dan kemudian eksis pada semua aspek kehidupan. sebaliknya, satu aspek kehidupan dapat menghadirkan berbagai kerawanan yang begitu variatif, yang akumulasinya tidak jarang mengarah pada timbulnya masalah keamanan. Lebih jauh, faktor-faktor SARA sudah berbaur menjadi satu, dan  belakangan ini timbul tendensi bahwa tidak selamanya kekuasaan, ideologi atau ekonomi menjadi sumber konflik.

Dari hasil penelitian ahli psikologi Roy J. Eidelson, terdapat lima ide atau gagasan dan/atau kepercayaan  berbahaya yang memicu kekerasan antar kelompok dan munculnya radikalisme di Indonesia, yaitu superioritas,  ketidakadilan, kerentanan, ketidakpercayaan dan ketidak-berdayaan. Dari kelima ide tersebut, menurut Panglima TNI,  ketidakpercayaan saat ini mendominasi dan menjadi penyebab konflik-konflik apapun, terutama konflik antar kelompok masyarakat.

Sedangkan ketidakberdayaan satu kelompok masyarakat dalam suatu konflik, dapat dimanfaatkan untuk mendorong perjuangan kebangkitannya, yang dikembangkan melalui aksi-aksi radikal dan intoleransi, yang kemudian secara perlahan bertransformasi menuju aksi terorisme.  Inilah salah satu hybrid terrorism yang perkembangan ideologinya telah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, dengan modus operandi yang sangat variatif, pola terorisme tersebut mampu merambah masuk ke sekolah-sekolah menengah atas, perguruan tinggi, pegawai negeri dan pegawai swasta.

“Diharapkan agar kondisi ini harus terus dicermati, untuk selanjutnya dianalisis dan disampaikan kepada pimpinan dalam rangka penguatan jatidiri serta pembinaan mental prajurit TNI, agar tidak terpengaruh oleh lima ide berbahaya tersebut,” ujar Panglima TNI Agus Suhartono.

Analisis tersebut diperlukan dalam rangka antisipasi dan kesiapsiagaan pelibatan TNI dalam rangka keamanan dan pengamanan terpadu, sebagaimana yang diamanatkan oleh Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2013 tentang penanganan gangguan keamanan dalam negeri, khususnya dalam rangka memasuki tahun politik 2013 dan Pemilu 2014.

Puluhan perwira tinggi (Pati) TNI naik pangkat setingkat lebih tinggi. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, menerima laporan korps kenaikan pangkat 40 Pati TNI. Mereka terdiri dari 15 Pati TNI Angkatan Darat, sembilan Pati TNI Angkatan Laut dan 16 Pati TNI Angkatan Udara. Upacara berlangsung di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta, 25 Februari.

“Laporan Korps Kenaikan Pangkat tersebut berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor : Sprin/375 /II/2013 tanggal 19 Februari 2013 tentang kenaikan pangkat ke dalam golongan Pati TNI,” kata Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl Minulyo Suprapto.

Perwira TNI Angkatan Darat yang naik pangkat adalah Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas Mayjen TNI Sumartono, Pa Ssuspom TNI Mayjen TNI Maliki Mift, Wakil Rektor Bid. II Kerjasama Unhan Mayjen TNI I Wayan Midhio, Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI Mayjen TNI Suharno, Kepala Satuan Pengawas Unhan Mayjen TNI Herry Noorwanto, Sesmilpres Kemsetneg Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Bandep Sosbud Setjen Wantannas Brigjen TNI Ali Imron Kadir, Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan Brigjen TNI Fajar Budijanto, Kapuskon Baranahan Kemhan Brigjen TNI Wahyu Agung, Dirops dan Lat Basarnas Brigjen TNI Tatang Zaenudin, Dirdik Akademi TNI Brigjen TNI Gustaf Heru Prayitno, Waaspam Kasad Brigjen TNI Irwansyah, Athan RI di Washington DC Brigjen TNI Wahyu Agung Prayitno, Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan Brigjen TNI dr. Douglas Singkara Umboh, dan Pa Sahli Tk. II Was Eropa & AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI Brigjen TNI Endang Sodik.

Kemudian dari TNI Angkatan Laut yakni TA Pengajar Bid. Hankam Lemhannas Laksda TNI Susanto, Gubernur AAL Laksda TNI INGN Aryatmaja, Danseskoal Laksda TNI Desi Albert Mamahit, Pa Sahli Tk. II Kamkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI Laksma TNI Sulang Priyadi, Pati Sahli Kasal Bid. Sumda Hanneg Laksma TNI Rudito Hadi Purwanto, Irbin Itjenal Laksma TNI Dwi Widjajanto, Karumkital dr. RML Diskesal Laksma TNI dr. Nelson Pandaleke, Danguskamlaarmatim   Laksma TNI Wuspo Lukito, dan Komandan Pasmar I Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari S.

Dari TNI Angkatan Udara yaitu Wakasau Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, Deputi Bid. Potensi SAR Basarnas Marsda TNI Sunarbowo Sandi, Ketua LPPM Unhan Marsda TNI Djoko Setiono, Pa Sahli Tk II Bid. Jahrit Staf Ahli Panglima TNI Marsda TNI Madar Sahib, Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI Marsda TNI Chaeruddin Ray, TA. Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas Marsda TNI Beng Tardjani, TA. Pengajar Bid. Ekonomi Lemhannas  Marsda TNI Potler Gultom, Dankodikau Marsda TNI Moch. Nurullah, Kadispotdirga Marsma TNI Nil Handri, Karo Telematika Settama Lemhannas Marsma TNI Baskoro Alrianto, Irbinsumda Itjenau Marsma TNI HM. Tata Hendrataka, Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas Sahli Kasau Marsma TNI  Wahyudi Sumarwoto, Danlanud Adi Sutjipto Marsma TNI Agus Munandar, Direktur Bina Ketenagaan dan Pemasyarakatan SAR Basarnas Marsma TNI Hadi Tjahjanto, Athan RI di Canberra Australia Marsma TNI Wieko Syofyan, dan Ka RSAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Benny Hosiana.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Yuks Jadi Tongsis Reporter… …

Imam Suwandi | | 23 December 2014 | 00:56

Apakah yang Lebih Baik daripada …

Ade Hermawan | | 23 December 2014 | 06:03

Belajar Setia dari Tentara Suriah atau Lebih …

Abanggeutanyo | | 23 December 2014 | 05:27

Empat Modal PSSI Berprestasi di 2015… …

Achmad Suwefi | | 23 December 2014 | 07:07

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 10 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 11 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 13 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 14 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: