Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Fitri Wulandari

Perempuan Muslim :-)

Polisi Vs TNI

OPINI | 10 March 2013 | 08:23 Dibaca: 2143   Komentar: 0   0

Kasus Polisi vs TNI merupakan hal yang tidak layak terjadi. Terlebih sekarang masyarakat luas mengetahuinya. Betapa tidak memalukan ? Dua lembaga negara yang seharusnya menjadi lembaga pertahanan dan keamanan Negara malah saling bertentangan satu sama lain. Kedua lembaga itu seharusnya bisa saling bersinergi menyatukan kekuatan untuk mewujudkan keamanan Negara. TNI menangani masalah pertahanan dan Polri menangani masalah keamanan dalam arti luas. Apabila tugas masing-masing dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, bukankah keamanan dan perdamaian yang dicita-citakan bukan hal yang sulit diwujudkan ?ironis sekali .

“Polisi vs TNI” bukan kasus yang pertama kali terjadi. Di tahun-tahun sebelumnya kasus Polisi vs TNI sudah pernah terjadi, seperti kasus di tahun 2005, perselisihan dipicu oleh kecelakaan antara  personil masing-masing kesatuan TNI maupun Polri yang diikuti saling mengolok atau ada juga bentrok yang dipicu anggota TNI yang menolak ditilang  polisi, karena saling menyerobot antrean BBM, menolak membayar tiket masuk, dan kupon retribusi, hingga perselisihan saat mabuk. Ada juga beberapa kasus bentrokan yang dimulai karena personil dari kedua angkatan berebut perempuan.

Yang paling menyeruak dan menarik perhatian publik adalah peristiwa baku  tembak antara pasukan TNI dan Personil Polri, yang biasanya bermotif balas dendam.Motif balas dendam itu pernah terjadi di Ternate, Maluku Utara, pada tahun 2007 lalu, yang dipicu tewasnya seorang anggota kepolisian Ternate. Beberapa kasus lain adalah penyerangan kantor polisi akibat beberapa hal seperti prajurit TNI tidak terima temannya ditahan atau dipukul penyidik kepolisian. Bahkan, tahun 2011 pernah terjadi kasus bentrok hanya karena dipicu peristiwa penolakan membayar uang parkir. Dan sekarang, “TNI vs Polri” kembali bersitegang karena Pratu Heru Oktavinus. Anggota Batalyon 15/ 105 ini ditembak mati oleh anggota Polisi Lalu Lintas Polres OKU Brigadir Wijaya saat terlibat perkelahian di Desa Sukajadi, OKU, pada 27 Januari 2013.

Ketegangan “TNI vs POLRI” juga di duga karena adanya wilayah kosong (blank area) yang menimbulkan konflik yang berkepanjangan, korban jiwa dan harta benda , baik dari masyarakat maupun aparat, Selain itu, adanya wilayah tumpang tindih (grey area) yang diperebutkan oleh TNI dan Polri, sehingga menyebabkan konflik antar institusi TNI dan Polri dan konflik antar kesatuan baik di dalam TNI/Polri maupun antar kesatuan TNI dan Polri.

Berbagai macam kasus yang telah terjadi tersebut ternyata hanya berlalu begitu saja tanpa ada perbaikan. Hal itu terbukti dengan terus berulangnya kasus bentrok antara TNI dan POLRI. Seharusnya itu menjadi pelajaran dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Masing-masing lembaga menyadari tugas dan tanggung jawabnya, melaksanakan dengan sepenuh hati berpedoman Pancasila. Menyelesaikan masalah dengan mengutamakan musyawarah mufakat, kebersamaan, dan kekeluargaan menjadi hal yang penting dalam perwujudan kedamaian. Selain itu, pimpinan lembaga harus member tauladan yang baik kepada anggotanya untuk bersikap ramah kepada sesame anggota, atau antar lembaga. Sering mengadakan kerjasama atau bentuk pertemuan perdamaian antar lembaga. Cara lain juga bisa dilakukan dengan perkawinan antar keduanya, misalnya Anak KAPOLRI menikah dengan anak Panglima TNI ataupun anak KAPOLRI mendaftar menjadi TNI ataupun sebaliknya. Hhehe .Fw.

Tags: tnipolisi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: