Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Sudaryono Arch

Study at Gunadarma Univ. Architecture Enggineering 11'

BAB 5 KONFLIK ANTAR BANGSA DAN PERANAN LEMBAGA INTERNASIONAL

OPINI | 11 March 2013 | 00:43 Dibaca: 2371   Komentar: 0   0

SUDARYONO

2TB01

28311263

a. konflik antar bangsa dan peranan lembaga intenasional

Pada dasarnya setiap bangsa membutuhkan bangsa lainya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hubungan secara damai, rukun, dan harmonis dambaan setiap bangsa. Namun demikian, hubungan antarbangsa ada kalanya terhambat oleh kepentingan-kepentingan yang berbeda, bahkan bertentangan. Dalam hal inilah, maka timbul konflik antarbangsa.

Dalam menyelsaikan konflik antarbangsa, ada kalanya pihak ketiga dibutuhkan perananya berhubung kedua bangsa yang bersengketa secara psikologi sulit dipertemukan. Dalam perkembangan selanjutnya, lembaga internasional maupun regional memegang peranan dalam menyelesaikan konflik antarbangsa tersebut.

Adanya kepentingan yang saling bertentangan itu akan menimbulkan konflik dinegara-negara. konflik antar bangsa adalah percecokan, perselisihan, pertentangan, persengketaan di antara bangsa-bangsa atau negara-negara.

Sebagai salah satu contoh konflik antarbangsa(negara antara lain adanya pengklaiman pulau-pulau sipadan dan ligitan antara indonesia dan malaysia di perbatasan wilayah kedua negara. konflik ini selain mengandung unsur ekonomis(pariwisata), juga unsur politis. Contoh kasus konflik antarbangsa lainya adalah perebutan wilayah kashmir oleh india dan pakistan, invasi(penyerangan) uni soviet terhadap afganistan, dan protes bangsa palestina terhadap israel, atau permasalahan yang terjadi baru-baru ini antara pemerintah malaysia dengan sabah.

Terjadinya konflik antar bangsa tersebut, tidak hanya merupakan permaslahan yang menyangkut kedua pihak(negara) yang bertikai saja, tetapi juga mempengaruhi kehidupan pihak lainya. Contohnya ialah ketika terjadi invasi amerika serikat dan negara-negara sekutunya ke irak, yang sempat mengkhawatirkan indonesia, yaitu terganggungya perekonomian indonesia. Oleh karena itu, lembaga internasional mempunyai peranan dalam menyelasaikan permasalahan kedua negara yang bertikai tersebut.

Kesadaran hidup sebagai warga negara untuk mengadakan hubungan, baik yang bersifat bilateral maupun multilateral, sekarang ini semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah waktu yang digunakan oleh negara-negara didunia. Hubungan bilateral adalah hubungan yang dilakukan oleh lebih dari du negara, biasanya melibatkan banyak negara)

Selain adanya kerjasama antarbangsa atau negara yang berperan untuk menyelesaikan berbagai konflik antarbangsa itu, juga lembaga-lembaga internasional turut berperan. Lembaga internasional adalah himpunan negara-negara yang terkiat dalam suatu perjanjian internasional yang dilengkapi oleh suatu anggaran dasar dan organ-organ bersama serta mempunyai suatu personalitas yuridik yang berbeda dari yang dimiliki oleh negara-negara anggotanya.

Lembaga-lembaga internasional yang efektif memainkan peranan untuk menyelesaikan konflik-konflik antarbangsa, antara lain(perserikatan bangsa-bangsa(PBB), organisasi negara-negara gerakan non-blok(GNB), dan perhimpunan bangsa asia tenggara(ASEAN)

b. beberapa kasus penyebab terjadinya konflik antarbangsa

tidak selamanya hubungan antarnegara dapat menunjukan hal-hal yang baik atau positif. Bahkan sebaliknya muncul hal-hal yang buruk atau negatif, yaitumuncul ketegangan ataupun konflik diantara mereka. Suasana yang kurang nyaman dan aman ini, bila terus-menerus terjadi tidak kunjung reda, dapat mengakibatkan terjadinya perang atau pertikaian politik.

Pertikaian politik yang semula hanya terjadi antara dua negara saja, kemudian dapat menyeret negara-negara lainya, sehingga suasananya menjadi perang terbuka karena saling mendukung di antara kelompok yang sedang bertikai. Jika diantara negara yang sedang sedang mengalami konflik dapat menahan diri dan bersedia berunding mencari penyelesaian yang lebih terhormat, maka perang tidak akan terjadi.

Konflik antarbangsa sedapat mungkin dihindari, sebab konflik, terutama berupa peperangan dampaknya adalah kesengsaraan. Perang merupakan siatu kelanjutan dari politik dengan cara-cara yang lain. Adapun cara yang dimaksud dengan “cara-cara lain” adalah digunakanya kekerasan bersenjata atau mesin-mesin perang. Segala peralatan dan kekuatan angkatan perang dikerahkan di medan perang.n

Hakikat perang adalah pertarungan antara dua kekuatan yang saling bertentangan dengan menggunakan “kekerasan senjata”. Adapun yang dimaksud dengan kekerasan senjata ialah menonjolkan peranan angkatan bersenjata sebagai sarana untuk menyelesaikan persengketaan tanpa mengecilkan arti peranan kekuatan-kekuatan lainya, sepeti kekuatan politik, ekonomi, dan psikologi.

Sebab-sebab munculnya konflik antar bangsa antara lain karena kesalahpahaman diantara mereka; adanya perbedaan kepentingan, baik dalam bidang ekonomi maupun politik; adanya perbedaan ideologi ataupun paham yang di pertajam; adanya keinginan suatu negara atau sejumlah negara untuk memperoleh daerah strategis, untuk di jadikan basis militer; keinginan mencari daerah baru untuk menanamkan modal surplus serta pemasaran barang-barang dagangan negara yang mendominasi; keinginan untuk memperoleh prestise politik(harga diri lebih, dalam bidang politik) yang datang dari anggapan atau akibat sebagai negara adikuasa.

c. cara menyelesaikan konflik antar bangsa

1. pencegah terjadinya konflik

Agar kehidupan antarbangsa didunia ini tetap harmonis dan tidak terjadi konflik diantara mereka, hubungan bangsa-bangsa di dunia harus selalu dibina dan ditingkatkan. Apabila terjadi gejala konflik antarbangsa, setiap bangsa didunia ini haarus segera mencegahnya. Tindakan ini disebut tindakan preventif atas terjadinya konflik antarbangsa.

Adapun yang termasuk tindakan preventif atas terjadinya konflik antarbangsa dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain membina hubungan kerja sama antarbangsa, baik bilateral maupun multilateral, dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara; membuka hubungan diplomatik dan hubungan konsuler ke segenap negara di dunia; mengedepankan diplomasi dan permusyawaratan bila terjadi perselisihan antarbangsa; memanfaatkan lembaga arbitasi(lembaga hukum internasional) untuk membantu menyelesaikan perselisihan antarbangsa; menyelesaikan perselisihan antarbangsa melalui moderator(perantara) sebagai pihak ketiga untuk menjadi penengah; menghormati berlakunya hukum-hukum internasional.

Sejalan dengan peningkatan pertemuan dan hubungan antarnegara di dunia ini, hukum intrnasional diakui memiliki peranan yang semakin penting dalam memelihara perdamaian masyarakat internasional. Peranan hukum internasional dalam menjaga ketertiban dan perdamaian dunia dewasa ini semakin tampak.

Dasar-dasar tata tertib dalam kehidupan masyarakat internasional telah diletakan sejak ditandatangani ” perjanjian westphalia” tahun 1648. Perjanjian ini mengakhiri perang yang berlangsung kurang lebih selama 30(tiga puluh) tahun. Perang ini disebabkan oleh pertentangan antara agama katholik dan protestan, disamping persaingan antara dinasti hapsburg dan bourbon.

Peran hukum internasional tersebut, yaitu mengatur tata kehidupan internasional yang diabadikan bagi kepentingan peningkatan kesejahteraan umat manusia; menjamin penegakan hak asaasi manusia dan kemerdekaan serta kedaulatan negara-negara sehingga tercipta persamaan derajat dalam pergaulan antarbangsa; mamajukan kesejahteraan umum bangsa-bangsa melalui peningkatan hubungan dan kerja sama yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban masing-masing bangsa dalam tata pergaulan bangsa-bangsa sebagai landasan tata kehidupan masyarakat internasional, dan memberikan landasan hukum bagi penindakan atas pelanggaran terhadapnya.

2. tindakan atas terjadinya konflik

Jika konflik antarbangsa sudah berlangsung dan sangat membahayakan perdamaian dunia, maka perlu secepatnya diambil langkah-langkah untuk mengakhiri konflik tersebut. Caranya ialah dengan mengimbau atau menyerukan pihak-pihak yang terlibat konflik untuk mengakhiri konflik. Setelah imbauan atau seruan itu di terima oleh para pihak, maka tahapan berikutnya ialah dilangsungkan suatu perundingan secara damai untuk membuat kesepakatan mengakhiri berbagai permasalahan selama konflik berlangsung. Jika dalam perundingan damai ini mengalami kegagalan, tindakan penyelesaian atas terjadinya konflik yang ditempuh berikutnya yaitu di keluarkanya resolusi. Resolusi PBB adalah rumusan pendapat berupa perminaan dari negara anggota-anggota PBB yang ditetapkan dalam rapat untuk melakukan tindakan penyelesaian atas terjadinya konflik yang berlangsung. Tindakan penyelesaian yang berdasarkan resolusi PBB ini, biasanya ditindaklanjuti oleh PBB dengan membentuk pasukan gabungan yang bertugas menyelesaikan konflik di wilayah yang terjadi konflik. Salah satu tindakan yang dilakukan pasukan gabungan yaitu perhentian paksa kepada pihak yang terjadi konflik, misalnya dengan cara melemahkan kekuatan militer negara-negara yang sedang mengalami konflik.

Pada dasarnya, penyelesaian konflik antar bangsa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara kekerasan dan cara damai. Penyelesaian dengan cara kekerasan adalah penyelesaian konflik dengan cara melakukan penyerangan(seraca militer) terhadap negara lawan, sedangkan penyesuaian dengan cara damai adalah penyelesian koflik, baik secara politik maupun secara hukum.

d. lembaga internasional yang berwenang dalam penyelesaian konflik antarbangsa

1. PBB

Sampai saat ini lembaga atau organisasi internasional yang mempunyai wewenang dalam menyelesaikan konflik antarbangsa ialah perserikatan bangsa-bangsa(PBB).

Sejarah berdirinya PBB sesungguhnya bermula dari pemikiran ketika terjadi perang dunia II. Pada saat itu berkecamuk sangat dibutuhkan adanya organisasi dunia yang kuat untuk mengadakan kerja sama antarbangsa untuk mengatasi konflik yang melanda dunia.

Presiden AS franklin delando roosevelt & menteri inggris Winston churchill telah mengadakan pertemuan yang menghasilkan piagam atlantik( Atlantic charter). Piagam tersebut menyatakan bahwa negara tidak melakukan perluasan wilayah di antara sesamanya, negara-negara menghormati hak setiap bangsa untuk memilih bentuk pemerintahan dan menentukan nasib sendiri, serta mengakui hak semua negara untuk turut serta dalam perdagangan dunia. Disamping itu, setiap negara mengusahakan terbentuknya perdamaian dunia di mana setiap bangsa berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup bebas dari rasa takut dan kemiskinan, dan mengushakan penyelesaian sengketa secara damai.

Badan-badan pokok PBB meliputi majelis umum(general assembly), dewan keamanan(security council), dewan ekonomi dan sosial(economic and sosial council), dewan perwakilan( trusteeship council), mahkamah internasional( international court of justice), dan sekretariat(secretariat), sedangkan badan-badan khusus PBB antara lain mencakup organisasi buruh internasional(ILO), dana keuangan internasional(IMF), organisasi pangan dan pertanian(FAO), organisasi kesehatan dunia(WHO), Bank internasional untuk pembangunan dan rekonstruksi(IBRD), badan tenaga atom internasional(IAEA), organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan(UNESCO), uni telekomuinaksi internasional(ITU), uni pos internasional(UPU), organisasi penerbangan sipil internsional(ICAO), organisasi konsulatif maritim intenasional(IMCO), dan organisasi meteorologi dunia(WMO).

Sumber: Muhlisin, S.Pd, Cahyaningsih, Dra. 2004. Kewarganegaraan. Bandung: Ganeca Exact

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Gaharu di Hutan Perbatasan …

Dodi Mawardi | | 29 November 2014 | 11:18

Jokowi Tegas Soal Ilegal Fishing, …

Sahroha Lumbanraja | | 29 November 2014 | 12:10

Menjadikan Produk Litbang Tuan Rumah di …

Ben Baharuddin Nur | | 29 November 2014 | 13:02

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak? …

Wahyu Indra Sukma | | 29 November 2014 | 05:44

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Jangan Tekan Ahok Lagi …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 7 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 10 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pulau Penyengat, Pulaunya Masjid Raya Sultan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Gerdema: Saatnya Desa Mandiri, Saatnya Desa …

Amelya I. Fatma R. | 8 jam lalu

Selingkuh …

Mamang Haerudin | 8 jam lalu

Miskonsepsi: Fasilitator Pendidikan vs Orang …

Zuhda Mila Fitriana | 8 jam lalu

Analisis Dua Cerita Ulang Imajinatif: Asal …

Astari Kelana Hanin... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: