Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Mas Budi

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻚ

Lapas Itu Rumah Pertobatan

OPINI | 28 March 2013 | 13:57 Dibaca: 192   Komentar: 0   0

liputan6.com

Lapas itu adalah rumah pertobatan, yang mendidik manusia supaya berperilaku baik,mengubah kebiasaan buruknya dan diharapkan setelah keluar dari lapas mereka berprilaku baik, menyesali perbuatannya.

“Griya winaya janma miwarga laksa dharmmesti”

(Rumah untuk pendidikan manusia yang salah agar patuh pada hukum dan berbuat baik)

Semboyan dalam bahasa sanskerta itu tertera disalah satu LP kelas II B Cebongan, Sleman.

Di LP itu tak semua orang yg benar-benar jahat, masih ingat kan ada nenek yang mengambil buah kakao yang sudah jatuh hanya karena lapar, ada anak kecil yang mencuri roti karena lapar, ada orang terpaksa membunuh karena ibunya diperkosa didepan matanya, banyak lagi, mereka itu karena kondisi, ketika perut lapar mahluk hidup bisa berbuat hal tercela, tapi apapun namanya mencuri itu perbuatan tercela, tapi rasa kemanusiaan apakah kita tega seorang anak kecil yang kelaparan mengambil roti dirumah kita lalu kita laporkan ke polisi? tentu tidak kalo kita punya nurani.

Kenapa orang yang membunuh harus ditahan sebelum persidangan? tentu jelas dalam KUHAPidana diatur itu salah satunya agar tersangka tidak melarikan diri, tidak menghilangkan alat bukti dan mempermudah penyidikan.

Kenapa tidak langsung ditembak mati orang yang membunuh? sudah jelas menghilangkan nyawa orang lain itu melanggar hukum pidana, dan merampas hak asasi manusia untuk hidup, tapi tidak serta merta seseorang membunuh langsung dihakimi dengan dibunuh juga, karena seperti saya bilang diatas, LP itu tempat mengubah orang jahat supaya baik, dan ada orang membunuh karena terpaksa misalkan karena terancam nyawanya, itu perlu mendapatkan keringanan, perlindungan hukum, apalagi mereka membunuh tidak terencana, disini fungsi negara harus ada untuk melindungi hak-hak warganya.

Tags: hankam hukum

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | | 23 November 2014 | 12:04

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 9 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 17 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 19 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 11 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 12 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Nur Delima | 12 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 12 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: