Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Mas Budi

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻚ

Lapas Itu Rumah Pertobatan

OPINI | 28 March 2013 | 13:57 Dibaca: 189   Komentar: 0   0

liputan6.com

Lapas itu adalah rumah pertobatan, yang mendidik manusia supaya berperilaku baik,mengubah kebiasaan buruknya dan diharapkan setelah keluar dari lapas mereka berprilaku baik, menyesali perbuatannya.

“Griya winaya janma miwarga laksa dharmmesti”

(Rumah untuk pendidikan manusia yang salah agar patuh pada hukum dan berbuat baik)

Semboyan dalam bahasa sanskerta itu tertera disalah satu LP kelas II B Cebongan, Sleman.

Di LP itu tak semua orang yg benar-benar jahat, masih ingat kan ada nenek yang mengambil buah kakao yang sudah jatuh hanya karena lapar, ada anak kecil yang mencuri roti karena lapar, ada orang terpaksa membunuh karena ibunya diperkosa didepan matanya, banyak lagi, mereka itu karena kondisi, ketika perut lapar mahluk hidup bisa berbuat hal tercela, tapi apapun namanya mencuri itu perbuatan tercela, tapi rasa kemanusiaan apakah kita tega seorang anak kecil yang kelaparan mengambil roti dirumah kita lalu kita laporkan ke polisi? tentu tidak kalo kita punya nurani.

Kenapa orang yang membunuh harus ditahan sebelum persidangan? tentu jelas dalam KUHAPidana diatur itu salah satunya agar tersangka tidak melarikan diri, tidak menghilangkan alat bukti dan mempermudah penyidikan.

Kenapa tidak langsung ditembak mati orang yang membunuh? sudah jelas menghilangkan nyawa orang lain itu melanggar hukum pidana, dan merampas hak asasi manusia untuk hidup, tapi tidak serta merta seseorang membunuh langsung dihakimi dengan dibunuh juga, karena seperti saya bilang diatas, LP itu tempat mengubah orang jahat supaya baik, dan ada orang membunuh karena terpaksa misalkan karena terancam nyawanya, itu perlu mendapatkan keringanan, perlindungan hukum, apalagi mereka membunuh tidak terencana, disini fungsi negara harus ada untuk melindungi hak-hak warganya.

Tags: hankam hukum

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 6 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 9 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 10 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 7 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 8 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 8 jam lalu

Resiko Terlalu Banyak Informasi Diri di …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: