Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Kang Baya

hanya pengen belajar nulis saja ... tidak lebih dan tidak kurang .....

Idjon Djanbi, Kopassus, Polisi dan LP Cebongan

OPINI | 01 April 2013 | 18:20 Dibaca: 6425   Komentar: 0   0

setelah membaca dan menganalisa berbagai ulasan tentang Kronologis penyerbuan lapas Cebongan versi Idjon djanbi setidaknya membuka wacana opini saya untuk menelaah lebih mendalam.kalo dilihat dari kebrutalan penembakan bisa jadi itu pasukan sedang kesel dan gemes sampe 31 peluru keluar dari selongsong nya dan hanya membunuh 4 orang preman..jika dilihat dari sisi itu maka terkesan tidak amat sangat profesional karena informasi yang saya dapat dari A1, jika pasukan elit baik Kopassus, Paskhas atau Denjaka menghilangkan 1 peluru maka akan diminta pertanggung jawaban oleh komandan masing2 nah ini 31 unit terbuang percuma dengan pola tembakan serampangan… dan bisa jadi kondisi ini diperparah oleh si eksekutor yang labil emosinya… ( ini juga perbedaannya… untuk masuk ke 3 satuan elit tsb diantaranya akan diperiksa mental kejiwaan seseorang tidak bisa sembarangan masuk, ini jg mesti di lihat ).

idjon djanbi mengemukakan bahwa kopassus tidak mengenal LP.. ada doktrin yang masih saat ini dipegang teguh, bahwa salah satu penunjang berhasilnya suatu operasi adalah mengenal dan mengetahui seluk beluk medan termasuk LP Cebongan..anggota pasukan elit pastinya akan memastikan daerah itu steril atau tidak ? setelah informan mengetahui detail daerah operasi…kasus spt cebongan menandakan kecepatan operasi yang sangat cepat seakan-akan pasukan sudah amat mengenal daerah tersebut. andaikan kalkulasi tidak mateng bisa2 amblaslah riwayat pasukan itu. karena beberapa sipir biasanya diberikan senjata untuk pengamanannya.

biasanya anggota pasukan elit ketika akan melaksanakan ke daerah target akan melakukan spionase, gethering informasi baik penjaga maupun kondisi sosial lingkungan sekitar.. nah pertanyaan yang ada apakah ada warga yang ditanya2 ya minimal warung sebelah yang didatagin orang misterius karena tidak mungkin suatu operasi senyap tanpa mengetahui psikologis daerah target…bisa2 habis operasi malah dioperasi balik sama warga gimana ?? itu pun harus dihitung segala kemungkinan harus semua dihitung..karena sistem operasi akan berbalik ke operasi.

untuk beberepa kejanggalan mungkin sudah disampaikan oleh Idjon Djanbi, jika pasukan elit terlibat… saya cenderung berfikiran memang mungkin ada korelasi antara gank mereka dengan peredaran narkoba dijogja.. kerena bisa jadi setelah ada kasus terbunuhnya anggota kopassus ketekutan dari pemimpin kartel semakin menjadi-jadi.. daripada dikorek orang lain mendingan di bungkam selamanya.

oh iya … ada istilah target jitu.. mknya heran ketika hasil tembakannya kok ke badannya … padahal mereka latihan menembak tiap minggu 2x terkadang 3x, nah kenapa kok sembarang ya.. bahkan kalau diliat dari gambar nya idjon Djanbi ada yang sampe nyasar ke tembok segala pasti ini kerjaan pasukan close us bukan pasukan khusus.. sekali lagi memang ada beberapa kejanggalan dari sisi bidikan sepengetahuan saya latihan menembak pasukan khusus harus presisi dalam tekanan dan kondisi apapun..ini juga yang membuat bingung masa iya tembakan nya bisa sampe melenceng sebenarnya kata sebagian kalangan ciri atau pola hasil dari pasukan khusus biasanya di kepala dan ulu hati ( jantung ) bukan disembarang tempat karena memang tujuan mereka diciptakan untuk membunuh bukan untuk menyiksa.

seingat saya untuk senapan AK 47 dulu th 2001 POLRI pernah mengadakan tender pengadaan AK47 saat itu waka Polrinya Bpk.Bimantoro, dan saat itu ada kegaduhan karena disinyalir kondisi nya —–  nah peredarannya kemana-kemana sj itu yang mesti harus dipantau juga registrasinya kerena pembeliannya dalam jumlah yang sangat besar 1——– pucuk senjata. ( dan kabarnya gusdur marah2 krn per unit ada — 1— ).

untuk KOMNAS HAM dan KONTRAS .. ada polisi saat bekerja dibantai anda diem saja ??? ada tahanan wanita yang di perkosa anda juga banyak diem ?? saya g faham bagaimana pola kerja anda..jika tiap saat cara pengen populis dengan mengkambing hitamkan militer, saya bukanlah orang milier tapi saya bangga pada militer-miiter kita, kopassus kita sdh diakui dunia terhebat ke 3, Denjaka kita bhkan pernah di taruh di hutan banyuwangi dengan Naval amerika yang ternyata anggota Naval banyak yang pingsan dan di tandu.. jangan lah dilemahkan lagi … saat ini negara kita sedang membangun basis militernya sudah semestinya semua komponen bangsa mendukungnya

saat ini kita menuggu hasil dari investigasi dari berbagai institusi hanya 1 masalahnya..ini preman tp kok sampe dibela habis, toh dalam dunia mereka habis dan dihabisi adalah sebuah kebiasaan..dan ketika orang sudah masuk dalam dunia preman maka yang berjaya yang paling kuat…yang jadi aneh jakarta ribut masyarakat jogja malah pada bersyukur…nah terus KOMNAS HAM dan KONTRAS berbuat baik buat siapa ??

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Remaja di Moskow Juga Suka Naik ke Atap KRL …

Lidia Putri | | 01 August 2014 | 19:28

Menelusuri Budaya Toleransi di Komplek …

Arif L Hakim | | 01 August 2014 | 18:18

Apakah ‘Emoticon’ Benar-benar Jujur? …

Fandi Sido | | 01 August 2014 | 18:15

“Tak Sempurna Hanya Tanpa …

Jarjis Fadri | | 31 July 2014 | 08:41

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Koalisi Merah Putih Tetaplah Merah Putih, …

Hanny Setiawan | 9 jam lalu

Jokowi Belum Dilantik, PKB Sudah Nagih Jatah …

Ikhlash Hasan | 9 jam lalu

Libur Lebaran, Bertemu Bule dan Supir Isteri …

Hendry Sianturi | 14 jam lalu

Membuat Tanda Salib di Pusara Ir. Soekarno …

Kosmas Lawa Bagho | 14 jam lalu

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: