Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Esther Lima

No Biographical Info

Inilah Prestasi TNI di Dunia Internasional

REP | 07 April 2013 | 15:48 Dibaca: 11120   Komentar: 14   6

Belum lama ini saya bertanya kepada beberapa anak sekolah. Tahukah kamu, apa prestasi TNI? Semua diam dan menggelengkan kepala. Ada yang mencoba menjawab: TNI tidak ada kerjanya, karena Indonesia tidak perang. TNI duduk-duduk di markas dan baris berbaris.

Jawaban ini menunjukkan bahwa sekolah tidak memberikan informasi mengenai apa yang dilakukan TNI. Keberadaannya malah seolah tidak ada. Padahal anak-anak memerlukan superhero yang membuatnya bercita-cita jadi orang hebat kalau besar nanti. Anak-anak seharusnya tahu, mereka punya Superhero Indonesia, namanya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Di sekolah kita pernah mendengar, bahwa pada tahun 1957 TNI bergabung dengan Misi Perdamaian Dunia PBB. Team yang bergabung dengan misi ini namanya Kontingen Garuda atau Konga. Di dunia internasional disebutnya Garuda Deployment.

1365298212397514043

Sumber: disebutkan di gambar
Cerita Dunia Tentang TNI

Pada tanggal 3 Agustus 2010 pecah perang antara Israel dengan Libanon. Merupakan insiden yang paling berdarah di perbatasan setelah perang Libanon tahun 2006. Pasukan PBB yang disebut UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) yang ditempatkan di selatan Lebanon berkeras meminta agar masing-masing menahan diri. Pasukan Indonesia berada di area tersebut sebagai penjaga perdamaian. Mereka melakukan yang terbaik untuk menahan kedua belah pihak, tapi mereka tidak mampu.

Upaya pasukan perdamaian Indonesia untuk menenangkan situasi sia-sia. Ketegangan semakin memuncak, sehingga kontingen dari UNIFIL ini diperintahkan mundur kembali ke pangkalan. Di bawah tembakan yang intensif di antara kedua kekuatan yang saling berlawanan ini, pasukan Indonesia kembali ke pangkalannya, namun dua orang tentara terpisah dari pasukan dan terjebak di dalam pertempuran. Beruntung kedua tentara ini berhasil selamat, ditolong oleh penduduk setempat.

1365298334779942632

Sumber: disebutkan di gambar

Tidak jarang, pasukan perdamaian terperangkap dalam situasi pertempuran. TV lokal bahkan menayangkan berita, bahwa seringkali masyarakat desa memblokir kendaraan UNIFIL agar tidak keluar dari zona perang, dan meminta mereka untuk kembali mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. Bagaimanapun, pecahnya perang sudah di luar kekuasaan Pasukan Penjaga Perdamaian. Saat kedua belah pihak bersikeras untuk menembakkan senjatanya, maka tidak ada yang dapat dilakukan oleh UNIFIL.

UNIFIL bersikap netral bagi kedua belah pihak, namun tidak jarang UNIFIL dituduh membela kepentingan lawan. Sebagai contoh dalam perang Israel-Libanon ini, Hisbulah menuduh UNIFIL melindungi Israel. Israel menuduh UNIFIL melindungi Hisbulah.
Apa Saja Kegiatan Kontingen Garuda Dalam Misi Perdamaian PBB?

1365298444456639299

Sumber: disebutkan di gambar

Bersama PBB, Kontingen Garuda diterjunkan untuk menjaga perdamaian di berbagai negara sebagai berikut:

Mesir, Beirut, Gaza (1957) ; Kongo (1960, 1962) ; Vietnam (1973) ; Timur Tengah (1973) ;
Semenanjung Sinai, untuk misi perdamaian perang Israel-Mesir (1973) ; Timur Tengah (1974-1979) ; Dari Suez dipindahkan ke Semenanjung Sinai (1977) ; Iran-Irak (1988, 1989,1990) ; Namibia (1989) ;

Irak-Kuwait (1992-1995) Tahun 1992 Kontingen Garuda mengembalikan personel Amerika Serikat yang ditangkap oleh Polisi Irak di wilayah Kuwait. Di samping itu Kontingen Garuda berhasil membujuk suku Bieloven untuk tidak melaksanakan kegiatan pasar gelap ; Kamboja (1992-1993) ; Somalia (1992) ;

Bosnia-Herzegovina (1993-1995) ; Georgia (1994-2009) untuk mengawasi perjanjian damai antara Rep. of Georgia dan Rep. of Abkhazia (Self Autonomous), yang merupakan upaya pemecahan diri dari sebagian wilayah ; Mozambik (1994); Filipina (1994) bertugas di Filipina sebagai pengawas gencatan senjata setelah adanya perundingan antara MNLF pimpinan Nur Misuari dengan pemerintah Filipina ; Tajikistan (1997);

Sierra Leone (1999-2002) bertugas sebagai misi pengamat ; Bungo, Kongo (2003) ; Republik Demokratik Kongo (2005) sebagai military observer yang bertugas di Riverine Section sebagai Team Leader di kapal-kapal MONUC melaksanakan patroli di sungai Congo dari Kinshasa - Mbandaka – Kisangani ; Liberia (2003-2008) sebagai pengamat militer (military observer);

Sudan (2008-2009) Monitor, verifikasi dan implementasi Perjanjian Damai Komprehensif (Comprehensive Peace Agreement/CPA) dengan sasaran yaitu Proses Gencatan senjata, Proses DDR , Sensus, Pemilu dan Referendum. Dalam kurun tersebut terjadi beberapa peristiwa penting : Indictment Presiden Baasyir, Malakal Assault , PCA Abyei dan penolakan hasil Pemilu oleh SPLM ; Nepal (2007-2011);

1365298772416816385

Sumber: disebutkan di dalam gambar

Lebanon (2006) ; Lebanon Selatan (2009-2011) Untuk pertama kalinya Konga XXIII-E selain mendapat UN Medal seperti Konga pada umumnya, juga mendapatkan Brevet Kehormatan UNIFIL dari Komandan Sektor Timur UNIFIL. Selain itu, Konga XXIII-E juga mendapatkan kepercayaan perluasan 5 wilayah binaan;

Menyusul keberhasilan penugasan Kontingen Garuda XXIII bersama dengan UNIFIL, sekaligus dalam rangka memperbesar peran serta Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan dan atas permintaan PBB, maka dikirimkan pasukan tambahan Indonesia untuk melaksanakan tugas sebagai satuan Force Headquarter Support Unit (FHQSU) dan INDO Force Protection Company (INDO FP Coy) berjumlah 200 orang. Tugas yang diemban berbeda dengan Konga XXIII (INDOBATT) yang merupakan satuan Yonif Mekanis yang memiliki wilayah operasi di sekor timur UNIFIL, Konga XXVI merupakan satuan yang bertugas untuk mendukung pelayanan dan pengamanan di UNIFIL HQ – Naqoura.

Kontingen Garuda XXVI-D1 bertugas di Lebanon mulai tanggal 22 November 2011 sampai dengan 25 November 2012 sebagai satgas FHQSU (Force Headquarter Support Unit) dan mempunyai dua tugas pokok yaitu di bidang security (force protection) dan di bidang camp management yang berkedudukan langsung dibawah Force Commander UNIFIL. Konga XXVI-D1 di bawah kepemimpinan Kolonel Adm Darmawan Bakti yang berlokasi di Markas UNIFIL karena bertugas untuk escort apabila Force Commander UNIFIL bergerak keluar AoR (Area of Responsibility) UNIFIL utamanya menjadi mediator dalam pertemuan rutin Tripartit Meeting antara IDF (Israel Defence Force) dengan LAF (Lebanese Armed Forces).

Demikianlah, ternyata Tentara Nasional Indonesia adalah tentara yang sangat hebat dan sangat dibutuhkan oleh dunia. Bangsa Indonesia pantas bangga punya TNI.
- Esther Wijayanti -

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produk Indonesia di Tengah Konflik Rusia dan …

Syaripudin Zuhri | | 02 September 2014 | 08:42

Koalisi Merah-Putih Terus Berjuang Kalahkan …

Musni Umar | | 02 September 2014 | 06:45

Serunya Berantas Calo Tiket KA …

Akhmad Sujadi | | 02 September 2014 | 05:55

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | | 01 September 2014 | 23:08

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 1 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya ,serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Yakitori, Sate ala Jepang Yang Menggoyang …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Sebuah Cinta Berusia 60 Tahun dari …

Harris Maulana | 8 jam lalu

Yohanes Surya Intan Terabaikan …

Alobatnic | 8 jam lalu

Mengukur Kepolisian RI Dari Kuching …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Xiaomi RedMi 1S “Hajar” Semua Brand …

Andra Nuryadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: