Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Inilah Ungkapan Kekecewaan Prajurit Kopassus

REP | 09 April 2013 | 11:44 Dibaca: 11411   Komentar: 67   9

136548248921659917

Tentara dalam HUT Kemerdekaan RI di Semarang (foto dindin)

Sejak kasus perseteruan polisi dan tentara merebak di media, saya mengamati beberapa teman yang berprofesi sebagai tentara dan polisi. Kebetulan memang dil lingkungan saya tinggal, kebanyakan berprofesi sebagai tentara dan polisi.

Hampir sebagian besar polisi  yang saya temui mengungkapkan analisis yang sama, santun, dan cenderung persuasif : ciri khas orang sipil. Berbeda dengan rekan-rekan dari TNI yang cenderung agresif dan meledak-ledak  Bahkan karena saking jengkelnya,  ada rekan sering  menumpahkan  kejengkalannya dalam facebook.

Sebagai contoh, saat kasus penyerangan mapolsek OKU, ia menulis status #Jangan bangunkan macan tidur hai saudara muda. Atau saat penyerangan LP Cebongan ia menulis status #Jiwa Korsa TNI harga Mati. Dan masih banyak lagi yang bernada membela korps khas sikap tentara.

Namun yang paling menarik “diskusi diam” saya dengan salah  seorang rekan TNI   melalu pesan singkat BBM. Bisa jadi ia ingin menunjukkan bahwa institusinya benar-benar bersih dan tidak terlibat dalam kasus yang menghebohkan tanah air ini. Pesan pertama yang dikirim ke saya yakni link bantahan anggota kopassus tentang keterlibatan mereka (akun idjon Djanbi). Seperti diketahui akun itu menyatakan menolak dengan tegas keterlibatan Kopassus, dia justru menuduh institusi POLRI berada dibalik peristiwa ini.

Saya hanya memberi jempol sebagai balasannya. Namun saya membaca link kiriman itu. Saya beranggapan info  itu biasa saja dan bukan data yang  valid.  Dalam jagad maya sesorang bebas menebar informasi apa saja. Bisa  jadi itu sebagai  psiwar untuk memojokkan  pihak lain, dan tentu saja kebenarannya  sulit dipertanggungjawabkan.

Saat tim investigasi mengumumkan hasil penelusurannya, bahwa memang anggota kopassus terlibat, saya mengirim link berita dari koran republika, dengan harapan ia teringat dengan kiriman pesannya dulu. Dia tidak menanggapi, namun beberapa jam setelahnya ia mengirim link berita dukungan rakyat Jogja terhadap tindakan kopassus. Sekali lagi saya kasih jempol.

Yang terakhir ia mengirim pesan berisi ungkapan prajurit Kopassus yang kecewa terhadap kenyataan yang terjadi. Menarik untuk disimak, berikut isi pesannya:

Inilah Ungkapan kami Prajurit Baret Merah yang Kecewa dgn knyataan yg trjadi,..

1. “Kami di paksa mengaku“

Kita di korbankan demi jabatan kawan,.

Kami sedih,,,,mulai sekarang roh BARET MERAH sudah tiada.

Kau boleh bangga tapi kami kcewa,,,sampai2 demi jabatan, kami sampai di korbankannnnnn

Biar kalian tau aja,kami di paksa dan dikorbankan demi jabatan.

Utk interen,kami semuanya kcewa,

Hari ini kasad mengumpulkan seleuruh pamen,dan pati seluruh indonesia di balai komando cijantung. cijantung.

Jiwa dan hati kami hancur,,,,,,,kami kcewa sama KASAD yg nota bene bapak kami malah mengecewakan kamiiiiiiiiiii,,,,

Demi namanya bersih, karna suatu saat mau duduk di partai, dia mengorbankan anggotanya

2. Agar di tekankan apabila ada keluarga/saudara/teman yg bertanya ttg masalah kasus tersebut, diberitahu bahwa kita sbg prajurit kopassus mengaku terlebih dahulu atau kita memiliki jiwa kesatria.

Sebarkan ke seluruh pers

Ini lah penekanan pimpinan kami.

Kami di sini sudah pasrah dan siapp klau kami di bubarkan, biar negara hancur sama preman. Lihat d aceh bendera GAM sudah berkibar, knpa DPR ngak ngurus GAM. Nnti ujung2nya TNI d jdkan pion2 berperang, demi k utuhan NKRI..bullsit smua pemerintah NKRI jaman sekarang ini…jd kangen sm pemerintahan orde baru(pak harto) dmn cr pemimpin yg sm jiwanya sm pak harto. Mungkin d alam sna, pak harto sedih lihat NKRI jaman sekarang ini……….

Kami bersumpah tidak akan memilih partai terkorup yang penuh tikus2 berdasi

Saya tidak menambah atau mengurangi isi pesan tadi. Bisa benar bisa juga keliru seperti akun idjon djanbi. Dan mungkin juga pesan ini sudah beredar luas di public. Saya tidak bisa memverivikasi kebenarannya. Namun saya sudah mengabulkan keinginan si pengirim pesan: sebarkan ke seluruh pers. (din).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: