Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

East9

Dimana saja, kapan saja, apa saja, dan siapa saja, itulah belajar!

(Katanya) Jeritan Dari Rekan KOPASSUS

OPINI | 10 April 2013 | 15:54 Dibaca: 2262   Komentar: 0   0

Sore :)

Setelah sekian lama saya hanya menjadi pembaca yang tak bisa berkomentar di forum ini karena lupa password untuk Log in ke ID saya ^_^v , kali ini untuk bahan refleksi bacaan, wawasan dan pandangan mengenai fenomena yang terjadi di masyarakat mengenai Premanisme dan KOPASSUS,  saya hanya meng Copy Paste informasi mengenai KOPASSUS dari forum sebelah yang  sudah tentu dengan sumber nya :)

Silahkan semua pembaca bebas berkomentar, berpendapat, berargumen mengenai Tulisan dibawah ini yang “katanya” merupakan sebuah tulisan yang ditulis oleh rekan KOPASSUS berinisial DL. berukut tulisannya :

Kami Ksatria TNI adalah pelakunya, karena kami merasa nyawa 1 Orang Kopassus lebih berharga dari 1000 Preman.
Tidak hanya sampai disini kami nyatakan perang pada Preman, dan kami berjanji akan bersihkan Republik ini dari Premanisme, sepertinya Lebih baik menjadi Preman, ketika bersalah ada yang membela ketimbang menjadi TNI tidak ada sama sekali pembelaan yang berkaitan dengan HAM. Anda yang merasa preman berhati-hatilah, hentikan semua kegiatan anda mulai detik ini, putusan hari ini bukanlah membuat kami jenuh tetapi justru membuat kami beringas. Jika di dalam Penjara saja anda bisa terbunuh apa lagi luar? yang nota benenya anda tidak dijaga.

Pemimpin sekarang lebih mengutamakan jabatan ketimbang korp, jiwa korsa, apa lagi anak buah.
Mungkin hanya Jend Soedirman yang berkata “Tempat yang paling aman adalah di tengah-tengah anak buah”, begitu perhatian dan berjuang demi anak buahnya.
Keputusan KASAD membuat kami lemas, kemana kebanggaan kami? kemana harga diri kami? kemana jiwa korsa kami? apakah kami harus takut pada preman?

Percuma kami banyak dituntut berlatih keras, ketika yang kami sentuh Preman maka kami dipenjara?
Percuma kami berlatih, jika menghadapi preman saja kami harus mengalah bahkan kami mati sia-sia di tangan preman.

Tidak kami tidak mau mati sia-sia apa lagi di tangan preman. Kami akan berjuang membasmi Preman dan menciptakan Indonesia Bebas premanisme.

Kami TNI saat ini tersakiti, kami tidak mau teman-teman kami tersakiti, jika teman-teman kami diadili karena Preman maka ini awal Kudeta yang sebenarnya.

Penulis: rekan Kopassus
Inisial Pengirim: DL

Sumber :

http://www.kaskus.co.id/post/5165156b1cd719ae11000008#post5165156b1cd719ae11000008

Semoga Indonesia Tentram dan Damai ^_^v

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 9 jam lalu

Di Kupang, Ibu Negara yang Tetap Modis namun …

Mba Adhe Retno Hudo... | 10 jam lalu

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 14 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 15 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: