Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

East9

Dimana saja, kapan saja, apa saja, dan siapa saja, itulah belajar!

(Katanya) Jeritan Dari Rekan KOPASSUS

OPINI | 10 April 2013 | 15:54 Dibaca: 2259   Komentar: 0   0

Sore :)

Setelah sekian lama saya hanya menjadi pembaca yang tak bisa berkomentar di forum ini karena lupa password untuk Log in ke ID saya ^_^v , kali ini untuk bahan refleksi bacaan, wawasan dan pandangan mengenai fenomena yang terjadi di masyarakat mengenai Premanisme dan KOPASSUS,  saya hanya meng Copy Paste informasi mengenai KOPASSUS dari forum sebelah yang  sudah tentu dengan sumber nya :)

Silahkan semua pembaca bebas berkomentar, berpendapat, berargumen mengenai Tulisan dibawah ini yang “katanya” merupakan sebuah tulisan yang ditulis oleh rekan KOPASSUS berinisial DL. berukut tulisannya :

Kami Ksatria TNI adalah pelakunya, karena kami merasa nyawa 1 Orang Kopassus lebih berharga dari 1000 Preman.
Tidak hanya sampai disini kami nyatakan perang pada Preman, dan kami berjanji akan bersihkan Republik ini dari Premanisme, sepertinya Lebih baik menjadi Preman, ketika bersalah ada yang membela ketimbang menjadi TNI tidak ada sama sekali pembelaan yang berkaitan dengan HAM. Anda yang merasa preman berhati-hatilah, hentikan semua kegiatan anda mulai detik ini, putusan hari ini bukanlah membuat kami jenuh tetapi justru membuat kami beringas. Jika di dalam Penjara saja anda bisa terbunuh apa lagi luar? yang nota benenya anda tidak dijaga.

Pemimpin sekarang lebih mengutamakan jabatan ketimbang korp, jiwa korsa, apa lagi anak buah.
Mungkin hanya Jend Soedirman yang berkata “Tempat yang paling aman adalah di tengah-tengah anak buah”, begitu perhatian dan berjuang demi anak buahnya.
Keputusan KASAD membuat kami lemas, kemana kebanggaan kami? kemana harga diri kami? kemana jiwa korsa kami? apakah kami harus takut pada preman?

Percuma kami banyak dituntut berlatih keras, ketika yang kami sentuh Preman maka kami dipenjara?
Percuma kami berlatih, jika menghadapi preman saja kami harus mengalah bahkan kami mati sia-sia di tangan preman.

Tidak kami tidak mau mati sia-sia apa lagi di tangan preman. Kami akan berjuang membasmi Preman dan menciptakan Indonesia Bebas premanisme.

Kami TNI saat ini tersakiti, kami tidak mau teman-teman kami tersakiti, jika teman-teman kami diadili karena Preman maka ini awal Kudeta yang sebenarnya.

Penulis: rekan Kopassus
Inisial Pengirim: DL

Sumber :

http://www.kaskus.co.id/post/5165156b1cd719ae11000008#post5165156b1cd719ae11000008

Semoga Indonesia Tentram dan Damai ^_^v

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Di Yogyakarta Antre 4 Jam Demi Segelas …

Hendra Wardhana | | 28 August 2014 | 16:35

Ahok: Pro Transportasi Publik atau …

Ilyani Sudardjat | | 28 August 2014 | 12:43

Kompasianer Ini Berbagi Ilmu Pajak …

Gapey Sandy | | 28 August 2014 | 14:56

Ice Bucket Challenge Versi Gaza …

Asri Alfa | | 28 August 2014 | 16:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 6 jam lalu

Rieke Diah Pitaloka Tetap Tolak Kenaikan …

Solehuddin Dori | 10 jam lalu

Ahok Nggak Boleh Gitu, Gerindra Juga Jangan …

Revaputra Sugito | 10 jam lalu

Tomi & Icuk Sugiarto Nepotisme! …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Sebab SBY dan Jokowi Tak Bicarakan BBM di …

Pebriano Bagindo | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Kabinet Ramping Jokowi: Cukup 20 Menteri …

Roes Haryanto | 8 jam lalu

Listrik dari Sampah, Mungkinkah? …

Annie Moengiel | 8 jam lalu

Sensasi Rasa Es Krim Goreng …

Topik Irawan | 8 jam lalu

Indonesia Abad ke-9 Masehi …

Ahmad Farid Mubarok | 8 jam lalu

Catatan Harian: Prioritas di Kereta Wanita …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: