Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

East9

Dimana saja, kapan saja, apa saja, dan siapa saja, itulah belajar!

(Katanya) Jeritan Dari Rekan KOPASSUS

OPINI | 10 April 2013 | 15:54    Dibaca: 2268   Komentar: 0   0

Sore :)

Setelah sekian lama saya hanya menjadi pembaca yang tak bisa berkomentar di forum ini karena lupa password untuk Log in ke ID saya ^_^v , kali ini untuk bahan refleksi bacaan, wawasan dan pandangan mengenai fenomena yang terjadi di masyarakat mengenai Premanisme dan KOPASSUS,  saya hanya meng Copy Paste informasi mengenai KOPASSUS dari forum sebelah yang  sudah tentu dengan sumber nya :)

Silahkan semua pembaca bebas berkomentar, berpendapat, berargumen mengenai Tulisan dibawah ini yang “katanya” merupakan sebuah tulisan yang ditulis oleh rekan KOPASSUS berinisial DL. berukut tulisannya :

Kami Ksatria TNI adalah pelakunya, karena kami merasa nyawa 1 Orang Kopassus lebih berharga dari 1000 Preman.
Tidak hanya sampai disini kami nyatakan perang pada Preman, dan kami berjanji akan bersihkan Republik ini dari Premanisme, sepertinya Lebih baik menjadi Preman, ketika bersalah ada yang membela ketimbang menjadi TNI tidak ada sama sekali pembelaan yang berkaitan dengan HAM. Anda yang merasa preman berhati-hatilah, hentikan semua kegiatan anda mulai detik ini, putusan hari ini bukanlah membuat kami jenuh tetapi justru membuat kami beringas. Jika di dalam Penjara saja anda bisa terbunuh apa lagi luar? yang nota benenya anda tidak dijaga.

Pemimpin sekarang lebih mengutamakan jabatan ketimbang korp, jiwa korsa, apa lagi anak buah.
Mungkin hanya Jend Soedirman yang berkata “Tempat yang paling aman adalah di tengah-tengah anak buah”, begitu perhatian dan berjuang demi anak buahnya.
Keputusan KASAD membuat kami lemas, kemana kebanggaan kami? kemana harga diri kami? kemana jiwa korsa kami? apakah kami harus takut pada preman?

Percuma kami banyak dituntut berlatih keras, ketika yang kami sentuh Preman maka kami dipenjara?
Percuma kami berlatih, jika menghadapi preman saja kami harus mengalah bahkan kami mati sia-sia di tangan preman.

Tidak kami tidak mau mati sia-sia apa lagi di tangan preman. Kami akan berjuang membasmi Preman dan menciptakan Indonesia Bebas premanisme.

Kami TNI saat ini tersakiti, kami tidak mau teman-teman kami tersakiti, jika teman-teman kami diadili karena Preman maka ini awal Kudeta yang sebenarnya.

Penulis: rekan Kopassus
Inisial Pengirim: DL

Sumber :

http://www.kaskus.co.id/post/5165156b1cd719ae11000008#post5165156b1cd719ae11000008

Semoga Indonesia Tentram dan Damai ^_^v

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

42 Tahun Pesan Damai dari Perang Vietnam …

Abanggeutanyo | | 29 May 2015 | 01:59

Fanpage Resmi Presiden Jokowi Kembali …

Niken Satyawati | | 28 May 2015 | 23:57

Hari Ini! Bedah Copa América 2015 Bersama …

Kompasiana | | 25 May 2015 | 18:44

Happy Birthday Kompas.com: Rayakan Perbedaan …

Muthiah Alhasany | | 29 May 2015 | 11:00

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04


TRENDING ARTICLES

Partai Mana Yang Mau Jagokan Ahok di 2017? …

Abd. Ghofar Al Amin | 7 jam lalu

Kasus Pembunuhan Tertua di Dunia Terjadi 430 …

Ronny Noor | 9 jam lalu

Heboh Peran Ray Sahetapy sebagai “Juru …

Dody Kasman | 10 jam lalu

Prabowo: Kalo Saya Digusur Seperti Itu, Saya …

Axtea 99 | 13 jam lalu

Sumbu Ahok Bertambah Panjang …

Daniel H.t. | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: