Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Rolas Jakson

Advokat dan pemerhati politik. Untuk konsultasi hukum gratis dapat menanyakan langsung melalui messages saya.

Ancaman Perang Korea Utara Terinspirasi Dari Fim Red Dawn ?

OPINI | 16 April 2013 | 18:27 Dibaca: 1132   Komentar: 0   0

Adanya nada ancaman bahwa Korea Utara akan menyerang Amerika Serikat dengan Nuklir, dipandang hanya sebagai gertakan belaka. Kenapa demikian ?  Pertama, jarak antara Korea Utara dengan Amerika Serikat itu tergolong cukup jauh sehingga membutuhkan rudal Nuklir yang berkekuatan besar. Kedua, Amerika Serikat memiliki teknologi yang cukup modern dibidang persenjataan.Tentu hal ini berbanding terbalik dengan teknologi persenjataan Korea Utara yangtelah berusia tua.

Namun, dalam film Red Dawn (2012), Amerika Serikat keok dihadapan agresor Korea Utara. Hal ini karena Korea Utara mempunyai senjata “baru” yang dapat memutus komunikasi di Amerika Serikat sehingga dengan gampang Amerika Serikat dapat dijajah oleh Korea Utara tanpa perlawanan yang berarti. Film tersebut juga menyuguhkan bagaimana rakyat Amarika Serikat berjuang secara gerilya menghadapi tentara Korea Utara.

Sinopsis singkat film Red Dawn (2012) diatas dapat memberikan gambaran betapa mengerikan bilamana Korea Utara benar-benar menyerang Amerika Serikat. Maka wajar Amerika Serikat menanggapi serius ancaman perang Korea Utara itu.

Apalagi, pimpinan Korea Utara saat sekarang ini Kim Jong Un merupakan pemimpin muda yang mempunyai misi tertentu untuk menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin yang tidak kalah dari pendahulunya. Dengan demikian, maka Kim Jong Un disegani oleh rakyatnya.

Benar atau tidaknya ancaman Perang Korea Utara terinspirasi dari Film Red Dawn, tetapi ancaman Korea Utara tersebut setidaknya telah menganggu stabilitas regional, terutama Korea Selatan, Jepang, maupun China. Bahkan menurut pemberitaan, China mengadakan latihan militer khusus diperbatasan China-Korea Utara dalam  menanggapi ancaman tersebut.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 18 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 19 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 20 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 23 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: