Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Mirza Gemilang

Berteman dengan pena dan kertas..

Lies Purnomo Bersama SIKIB Bakti Sosial di Perbatasan Kalimantan

REP | 29 April 2013 | 11:19 Dibaca: 234   Komentar: 0   0

1367209150852255208

Istimewa

Masalah perbatasan tak hanya menjadi tanggung jawab Menteri Pertahanan atau Kementerian Pertahanan saja, tapi semua institusi harus ikut berperan dan berpartisipasi. Tak hanya institusi lain, istri Menteri -pun turut berpartisipasi. Baru-baru ini, Sri Muniati Dualismi atau yang akrab disapa Lies Purnomo Yusgiantoro (istri Menhan Purnomo Yusgiantoro) berangkat menuju Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, bersama pengurus Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) menuju perbatasan RI-Malaysia.

Keberangkatan Lies Purnomo dalam rangka ” Bakti Negeri di Lintas Batas, menuju Indonesia Sejahtera” di Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan, didampingi Violet Gusti Muhammad Hatta (istri Menristek), Sri Kusumo Amdani (istri Kepala BPN), Etty Sudiyati Sjafrie (Istri Wamenhan), dan Lusie Indrawati Susantono (istri Wamenhub). “Sewaktu kami pamit akan ke Nanga Badau, Ibu Negara, Ibu Hajjah Ani Bambang Yudhoyono menitipkan salam untuk Bapak, Ibu dan saudara-saudara khusus warga negara Nanga Badau,” kata Lies Purnomo dihadapan hadirin disana.

Dalam sambutan Ketua Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, yang dibacakan Lies Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, Ibu Negara sangat mendukung kegiatan ini, suatu kegiatan yang merupakan kerjasama yang baik diantara kita, untuk peduli terhadap sesama dengan melaksanakan kegiatan bakti sosial seperti ini.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Pencanangan Perdesaan Sehat dan Desa Sejahtera didaerah perbatasan yang telah dilaksanakan di Entikong, pada 20 Desember 2012 yang lalu. Dalam kegiatan kali ini, SIKIB bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat, BKKBN, PT Indosiar Visual Mandiri dan berbagai pihak lainnya, serta didukung oleh pemerintah daerah setempat melaksanakan kegiatan sosial di 33 Desa.

Ke-33 Desa tersebut berada disepanjang perbatasan wilayah RI dengan wilayah Malaysia di Provinsi Kalimantan-Barat, yang terbentang dari Desa Temajuk, Kabupaten Sambas sampai dengan Desa Klawik, Kabupaten Putusibau. Sebagai inti pelaksana kegiatan adalah Satgas Pamtas (Pengamanan Perbatasan) Batalyon Infanteri (Yonif) 123/Rajawali yang dipimpin Dansatgas Pamtas Letnan Kolonel Musa David M Hasibuan, didukung oleh berbagai pihak yang terkait.

Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk mengangkat derajat kesehatan masyarakat, mencerdaskan anak bangsa, memerah putihkan masyarakat di wilayah perbatasan RI-Malaysia dan sekaligus mensosisalisasikan dan mensukseskan program Keluarga Berencana (KB) Nasional.

“Kegiatan yang dilaksanakan ini tidak lain adalah untuk memantapkan wawasan kebangsaan dan meuwujudkan jati diri bangsa,” ujar Ibu Lies Purnomo Yusgiantoro.

Hal ini sangat tepat mengingat kondisi wilayah perbatasan kita saat ini masih kurang, sehingga dapat mengakibatkan lunturnya wawasan kebangsaan dan jati diri bangsa. Oleh karena itu, kita harus memperkuat wawasan kebangsaan dan jati diri bangsa bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Tentunya kita semua berharap agar pemerintah secepatnya membangun wilayah perbatasan ini untuk mengurangi kesenjangan sosial yang dapat terjadi dengan negara tetangga.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terdapat kesepakatan empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar itu terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Semua itu merupakan wawasan kebangsaan yang harus kita mantapkan sebagai pilar penyanggah kokohnya NKRI untuk terwujudnya jati diri bangsa Indonesia menuju Indonesia yang sejahtera.

Sejalan dengan hal tersebut, SIKIB telah berkomitmen untuk ikut berpartisipasi mendukung dan mensukseskan program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat. Oleh karena apa yang dilakukan SIKIB adalah dalam rangka membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan motto SIKIB “…bersama menuju Indonesia sejahtera,”.

“Adil Katalino, bacuramin kasurga, basengat kajubata ( Adil kepada sesame, bercermin ke surge, bernafaskan Tuhan),” ujar Lies Purnomo Yusgiantoro.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Catat, Bawaslu Tidak Pernah Merekomendasikan …

Revaputra Sugito | | 23 July 2014 | 08:29

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Jejak Digital, Perlukah Mewariskannya? …

Cucum Suminar | | 23 July 2014 | 10:58

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 5 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 5 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Membaca Efek Keputusan Prabowo …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: