Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Andra Flea

Saya sedih harus menuntut ilmu, karena ilmu tidak bersalah

RI Beli Tank Leopard, Negeri Jiran Siapkan Rudal Anti Tank

OPINI | 27 May 2013 | 12:43 Dibaca: 17972   Komentar: 9   0

Indonesia telah membeli Tank leopard 164 unit dari jerman. lebih banyak dari rencana semula.

Jerman memang terkenal dengan Tank-nya sejak Perang Dunia, Panzer adalah tank legendaris perang dunia II, dan sekarang Leopard 2a6 yang diyakini berkemampuan lebih baik dari MBT lain semisal MIA2 Abrams (AS), T95 (rusia), Mserkava Mk IV (Israel) dan Challenger (inggris).

Kedatangan Leopard memang mampu mendatangkan deterrent effect (penggentar) bagi negara tetangga seperti Malysia

Malaysia sendiri menggunakan MBT PT91 produksi polandia, yang ditempatkan di perbatasan kalimantan, bila dibandingkan tank Malaysia, Tank2 lama TNI yang digelar di sepanjang perbatasan hanyalah mirip mainan saja. Hal inilah yang memicu TNI untuk mendatangkan Leopard

Sadar dengan kemampuan Tank Leopard RI, akhirnya malaysia mengambil strategi cerdik untuk tidak mengadu kekuatan Tanknya.

Perang Israel-Hizbullah (2006)

Nampaknya strategi Malaysia diilhami oleh kemenangan telak Hizbullah melawan Israel, Dimana Israel terpaksa mundur tanpa syarat dari wilayah lebanon yang didudukinya. Israel mengerahkan mesin2 perang canggih dari udara, darat dan laut termasuk Tank MBT kelas 1 Dunia, Merkava.

Untuk menghadapi Tank hebat tersebut Pihak Hizbullah cukup menyiapkan senjata antitank, dan menggunakannya secara efektif, membuat Israel kehilangan banyak tank di Libanon Selatan. Pengamat militer Israel menyebutkan, kemungkinan besar Merkava dihancurkan oleh rudal antitank buatan Rusia, yaitu dari tipe Metis-M dan Kornet. Senjata antitank Rusia lain, Sagger, juga telah diproduksi di Iran dan diyakini telah juga digunakan Hizbullah. Senjata-senjata tersebut mampu menembus lapisan baja setebal sampai satu meter dan memiliki jangkauan 1,5 sampai 5 km. alhasil Tank Merkava yang amat dibanggakan israel rontok tak berdaya dan memaksa Israel mundur

Malaysia dikabarkan tengah bernegoisasi dengan rusia untuk kontak pembelian sejumlah rudal dari perusahaan militer Rusia, Rosoboronexport. Rudal anti tank Kornet menjadi

incaran negeri jiran itu. Selain itu juga dari Afrika Selatan, yaitu canon system dan rudal anti-tank laser-guided untuk Malaysia, Pembelian Malaysia diantaranya adalah: double turret 30 mm GI-30, Canon 30 mm dilengkapi rudal anti-tank Ingwe; rudal anti-tank Ingwe laser-guided.

Rudal anti-tank Ingwe diciptakan Afrika Selatan untuk membidik sasaran sejauh 2,5 – 5 kilometer. Untuk memastikan sasaran tidak luput dari sergapan, rudal anti-tank ini menggunakan cross-fire mode yang mampu menembakkan 4 misil secara simultan. Ia juga bisa dikombinasikan dengan canon otomatis 30mm

Weleh2 kalau sudah begini TNI musti cerdik juga menggunakan strategi mesin perangnya, jangan sampai Leopard dilalap oleh misil2 anti Tank, Seperti Tank Merkava di Libanon.

Meskipun kedua negara saling ramai dalam soal persenjataan, saya berharap semoga Hubungan Malaysia- Indonesia kembali mesra seperti dulu, mengingat kedua negara ini adalah sendi ASEAN, sebagai bangsa serumpun dan mayoritas juga beragama islam. Jangan sampai pecah perang yang merugikan kedua fihak.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Foto: Slamet, Raksasa dari Pulau Jawa …

Hendra Wardhana | | 17 September 2014 | 12:29

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Anggota BPK, Jabatan Karier atau Politik? …

Galumbang Sitinjak | | 17 September 2014 | 13:37

Etika Meng-counter Tulisan di Kompasiana …

Samandayu | | 16 September 2014 | 19:16

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 5 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 6 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 7 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenaikan LPG 12 Kg Sebagai Sarana Berbagi …

Bai Ruindra | 7 jam lalu

Mesut Oezil: Playmaker tanpa Dukungan …

Agung Wicaksono | 7 jam lalu

Komunitas Membuka Pintu Rejeki …

Lazismu Pusat | 8 jam lalu

Jogjakarta, 17 September 2014 …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: