Back to Kompasiana
Artikel

Hankam

Mirza Gemilang

Berteman dengan pena dan kertas..

HUT Ke-68 TNI, Usung Tema Bersama Rakyat TNI Kuat

REP | 03 October 2013 | 20:19 Dibaca: 548   Komentar: 1   0

13808062811687640589

Panglima TNI bersama para Kepala Staf Angkatan Tinjau Gladi Bersih di Halim PK,Jakarta, 3 Oktober.

Pada 5 Oktober nanti, Tentara Nasional Indonesia (TNI) berulang tahun ke-68. Hajatan besar itu akan berlangsung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro,Wakil Presiden Boediono, para Menteri KIB II dan ribuan tamu undangan.Dalam menyambut Hari Ulang Tahun kali ini, TNI mengambil tema ; Professional, Militan, Solid, dan Bersama Rakyat TNI Kuat.

Apa maknanya?Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, maknanya adalah TNI dilengkapi dengan alutsista yang lebih modern dari waktu ke waktu makin memperkuat semangat prajurit. Para prajurit harus bersikap militan dalam segala hal. Seluruh angkatan harus solid, karena hanya dengan kekuatan bersama, akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Bila TNI bersama-sama dengan rakyat, maka akan menjadi kuat.Itu tekad seluruh prajurit TNI. Tema itu bukan hanya sekedar ditulis tapi juga dikejar dan TNI harus tertuju pada tema itu.

Tema ini merefleksikan niat, tekad dan semangat seluruh keluarga besar TNI untuk berbuat dan berkarya dengan lebih baik, lebih berkualitas dan lebih berkapasitas. Bagi TNI profesionalisme, militansi, soliditas serta keterpaduan dan keberadaannya bersama rakyat adalah merupakan ruh dan kunci kekuatan TNI dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan negara. Profesionalisme, militansi, soliditas dan kebersamaanya dengan rakyat menjadi dimensi sentral dan penting. Sinergitas dari keempat unsur itu akan mewujudkan TNI yang semakin tangguh dan handal.

“Dari tema itu kita bisa mengaktualisasikan dalam upacara. Kita lihat apakah prajurit saya militan atau tidak. Itu bisa dilihat pada postur mereka saat upacara. Kalau jelek, itu bukan prajurit yang militan,” ujar Panglima TNI.

Dalam HUT Ke-68 kali ini tidak semua Alutsista bisa ditampilkan, karena terbagi dalam pengamanan APEC 2013. Namun dalam HUT TNI pada 2014 nanti, rencananya akan dikerahkan seluruh kekuatan alutsista yang telah datang dan diterima TNI. “Saya yakin itu akan jadi postur TNI yang kita munculkan dan pasti akan menjadi kebanggaan,”ujar Moeldoko.


Soal peran TNI dalam Pemilu 2014, dikatakan Panglima TNI, TNI harus bersikap netral dan harus ditunjukkan dalam sikap dan tindakan serta niat. TNI melarang seluruh prajurit untuk mendukung salah satu calon pasangan untuk menjamin netralitas itu.

”Kalau ada yang aneh-aneh, kita tarik. Kalau komandannya aneh-aneh, kita copot dari jabatannya. Termasuk sarana dan prasarana TNI juga dilarang dipakai untuk kepentingan partgai politik. Contohnya saya ada gedung, terus ada yang minta pinjam untuk kegiatan parpol, no! jangan. Truk TNI juga tidak boleh (dipakai) untuk partai.Kalau ada komandan mengizinkan, pasti dicopot,” tandas Panglima TNI.

Dalam rangka HUT Ke-68 TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI IB Putu Dunia serta para pejabat Mabes TNI dan Angkatan meninjau kesiapan pelaksanaan Gladi Bersih Upacara Parade dan Defile Hari TNI ke-68 di Skuadron 2 Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, 3 Oktober.

Tampil sebagai Komandan Upacara yakni empat Perwira Tinggi (Pati), yaitu Brigjen TNI Agus Rochman (Kasdif-1), Brigjen TNI AM Putranto (Dan PMPP TNI),  Laksma TNI Octavian (Danguspurlabar), Brigjen TNI Mar Siswoyo Hari Santoso (Danpasmar-1). “Dari keempat Pati ini, akan dipilih hanya satu yang akan bertindak sebagai Komandan Upacara, pada saat Upacara Parade dan Defile Hari TNI ke-68, tanggal 5 Oktober nanti,” ujar Kasubdisrenbangpin Dispenum Puspen TNI, Letkol Caj Edyana Sulistiadie.

Dalam HUT kali ini melibatkan sedikitnya 5.810 personel, yang terdiri dari Panji-Panji TNI dan Angkatan sebanyak 75 orang, penerima Tanda Kehormatan RI sebanyak tiga orang dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU serta tiga cadangan. Perwira upacara dua orang,  komandan upacara perwira tinggi bintang satu dua orang dengan cadangan, pengucap Sapta Marga sebanyak tiga orang dari ketiga angkatan dan tiga cadangan , pembawa acara enam orang, satuan musik Tipe “A” Gabungan TNI sebanyak 250 orang, pembawa bendera pelencang enam orang.

Untuk pasukan upacara tidak bersenjata terdiri dari satu batalyon gabungan perwira menengah TNI sebanyak 307 orang, satu batalyon gabungan perwira pertama TNI sebanyak 307 orang, satu batalyon gabungan drumband Taruna Akademi TNI sebanyak 225 orang, satu batalyon PNS gabungan Kementerian Pertahanan dan TNI sebanyak 307 orang, satu batalyon Balacad (Bala Cadangan) 307 orang dan hanya mengikuti defile.

Sedangkan untuk pasukan bersenjata terdiri dari satu brigade gabungan Taruna, Wanita TNI, POM TNI sebanyak 925 orang, satu batalyon pasukan perdamaian dunia sebanyak 307 orang, satu brigade TNI AD sebanyak 904 orang, dan satu brigade TNI AL sebanyak 904 orang, dan satu brigade TNI AU sebanyak 904 orang.

Beberapa Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI akan dipamerkan dalam HUT kali ini, seperti dua pesawat F-16 dan dua pesawat Hercules C-130 serta dua pesawat Boeing 737 dan dua Triple Gun). Kemudian dua Helly Bell 412 dan dua Helly Mi-35, enam kendaraan tempur Anoa 6×6 dan enam Panser V-150 serta 12 Mer-57/Arh. Lalu, kendaraan tempur  PT-76 dan enam kendaraan tempur BTR 50 serta dua Howitzer 122.

Selain itu, juga akan ditampilkan demonstrasi Fly Pass dua pesawat Cesna TNI AU, demo ketrampilan prajurit, senam balok, simulasi halang rintang, senam LCR/Perahu Karet  600 orang, kolone senapan 900 orang (bersamaan menembak ke udara), demo pertempuran jarak dekat (PJD) 18 orang, penerjunan free fall 100 orang dengan dua pesawat Hercules C-130, Aerobatik JAT 6 pesawat KT1-B, Fly Pass empat Pesawat Cassa CN-212 TNI AL dan delapan pesawat Hely TNI AD yakni satu Mi-17, satu Mi-35, tiga Helly BELL 412, dan tiga Helly Bolco 105. Pesawat-pesawat ini terbang rendah bersamaan dan melintas perlahan dihadapan peserta upacara. Selamat Ulang Tahun Ke-68 Tentara Nasional Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petrus Lengkong, Seniman Dayak, Pensiunan …

Emanuel Dapa Loka | | 20 September 2014 | 08:56

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 11:51

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 10:24

Wow… Peringkat FIFA Indonesia Melorot Lagi …

Hery | | 20 September 2014 | 09:35

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 9 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Ini Keajaiban Air Susu Ibu …

Nugraze | 8 jam lalu

Mengapa Baterai Smartphone Bisa Meledak? …

Mahardika W S | 8 jam lalu

Rania # 5 …

Aldo Manalu | 8 jam lalu

Perasaan Mempengaruhi Sebuah Persepsi …

Mukhodatul Afidah | 8 jam lalu

Berpindah ke Elpiji subsidi? Aku Malu Karena …

Rifki Feriandi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: